POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening, Kota Bandung yang berlokasi di Jalan Maleer Utara, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, pecah dan membanjiri lingkungan sekitarnya pada Rabu (5/6) lalu.
Akibat pecahnya pipa saluran air baku tersebut setidaknya dua rumah mengalami rusak berat dan menyebabkan puluhan kk terdampak banjir.
Dirut Perumda Tirtawening, Sonny Salimi menjelaskan, pipa yang pecah tersebut merupakan pipa air baku yang berasal dari Cikalong-Pangalengan menuju Badak Singa. Ia menyebut pada aliran tersebut terdapat dua pipa utama dengan total kapasitas 14.000 liter/detik.
“Jadi ketika satu pecah itu bisa setengah dari pasokannya berkurang. Untuk itu kita maksimalkan dari Dago Bengkok supaya bisa masuk ke sistem pipa Badak Singa, sehingga kekurangan atau gap airnya tidak terlalu banyak kira-kira akan turun 20 persen dari biasanya,” kata Sonny, Kamis (6/6).
Dia menjelaskan, kondisi baru benar-benar kembali normal pada 7-10 hari mendatang. Disebutnya ada dua tahapan utama dalam perbaikan pipa tersebut yakni pembersihan dan penyambungan kembali. Pada proses tersebut ia khawatir ada beberapa rumah warga yang musti dibongkar selama proses perbaikan.
“Proses perbaikannya secara operasional memang membutuhkan waktu satu minggu sampai 10 hari agar pasokan air kembali normal ke Kota Bandung,” sebutnya.
“Pembersihan ini untuk memastikan, panjang ruas pipa yang harus kita ganti. Jika keretakannya semakin panjangan keretakannya, berarti beberapa rumah harus kita bongkar. Semoga pipa yang retak tidak terlalu panjang,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmuddin menegaskan pihaknya akan menjamin ganti rugi kepada masyarakat yang rumahnya terdampak kejadian ini. Tak hanya rumah yang terdampak langsung melainkan rumah yang berpotensi dibongkar pun perbaikannya akan ditanggung pemprov.
“Yang rusak ada dua rumah tapi untuk yang rumahnya nanti terdampak perbaikan (pipa) dan harus dibongkar kita akan tanggung juga, jadi tidak perlu khawatir,” kata Bey saat meninjau lokasi kejadian, Rabu (5/6) malam.
Akibat kejadian tersebut sebanyak dua kartu keluarga (kk) harus diungsikan dan 77 rumah lainnya yang terdampak akibat pecahnya pipa milik PDAM tersebut.
Bey menambahkan, selain masyarakat yang terdampak langsung, ada sekitar 90 ribu pelanggan pun akan terdampak akibat peristiwa ini. “yang tedampak itu dari kawasan Pajajaran ke bawah, yang ke Dago ke atas aman,” jelasnya.
Bagi pelanggan yang terdampak dia menyebut agar segera membuat laporan ke PDAM dan bisa memanfaatkan layanan mobil angkut air yang disediakan untuk memenuhui kebutuhan pelanggan yang terdampak.
“Ada mekanismenya, silakan lapor ke PDAM,” tandasnya. (rup)
Dampak Jebol nya pipa PDAM dan Cibangkong




















