Minyak Goreng Langka di Pasar, DPRD Kota Bandung akan Panggil Disdagin dan Distributor

ILUSTRASI: Pekerja menuangkan minyak goreng curah ke dalam plastik di salah satu kios sembako di Jalan Cipaera, Lengkong, Kota Bandung, Rabu (16/3).  (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI: Pekerja menuangkan minyak goreng curah ke dalam plastik di salah satu kios sembako di Jalan Cipaera, Lengkong, Kota Bandung, Rabu (16/3). (FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi B DRD Kota Bandung akan panggil distributor dan Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disdagin) Kota Bandung untuk mencari solusi atas langkanya minyak goreng curah di pasar tradisional di Kota Bandung.

“Rencanaya minggu depan kami akan memanggil Disdagin dan empat distributor minyak goreng di Kota Bandung untuk rapat mencari solusi bagaimana mengatasi kelangkaan minyak goreng curah di Kota Bandung,” ujar Ketua Komisi DPRD Kota Bandung, Hasan Fauzi, kepada wartawan (30/3/2022).

Menurut Fauzi, pihaknya sudah melakukan pemantauan lapangan ke bebrapa titik dan didapati minyak goreng curah memang langka beberapa waktu belakangan ini. Fauzi mengatakan, dengan dipanggilnya empat distributor minyak goreng curah di Kota Bandung diharapkan bisa mengatasi sulitnya minyak goreng curah di pasar tradisional.

“Kita akan duduk bersama dan mencari solusi, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng curah di Kota Bandung,” tambahnya.

Untuk itu, Fauzi mengatakan sangat penting untuk melakukan operasi masar terlebih untuk minyak oreng curah. Agar bisa menjaga kestabilan pasokan di pasaran.

“Saya mendapat laporan dari Kepala Disdagin Kota Bandung, bahwa besok Kamis (31/03/2022) akan ada bazzar murah di Rancasari,” katanya.

Komoditas yang dijual, selain minyak goreng, juga daging sapi dan daging kerbau. Dengan harga dipastikan di bawah harga pasar.

“Saya meminta agar dinas bisa mengatur, sehingga tidak ada spekulan yang punya uang banyak membeli dalam jumlah yang banyak. Jadi yang sudah berbelanja, harus ada tandannya. Ya untuk teknis pelaksanaan diatur saja baiknya bagaimana,” terang Fausi

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan, kelangkaan minyak goreng curah juga terjadi di Pasar Sederhana.

“Selain barangnya langka, harganya juga mahal,” teragsnya.

Menurut Tedy, di satu kios hanya tersedia sekitar 10 kilogram minyak goreng curah. Dengan harga per kilogramnya sekitar Rp25 ribu. Sementara harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng sekitar Rp15 ribu per kilogram dan Rp14 ribu per liter.

“Memang harganya sangat tinggi, dan langka, sehingga harl ini harus segera diatasi,” terag Tedy.

Kepada masyarakat, Tedy meminta tidak melakukan aksi panic buying. Karena begitu masyarakat membeli dengan jumlah banyak, maka akan terjadi kelangkaan.

“Saya menghimbau masyarakat membeli minyak goreng dalam jumlah seawajarnya, tidak usah melakukan aksi panic buying, agar ketersediaan di pasaran tetap terjada,” terangnya.

Menrut Tedy, kondisi di Pasar Sederhana ini, cukup merepresentasikan kondisi di seluruh pasar tradisional di Kora Bandung.

“Jadi bisa dipastsikan, minyak goreng di seluruh pasar tradisional di Kota Bandung, langka dan mahal,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds