POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Seorang pelaku penipuan berkedok lowongan pekerjaan yang berprofesi sebagai buruh harian lepas diringkus Satreskrim Polres Cimahi.
Tersangka bernama Suherman (27) berhasil menipu setidaknya 12 korban yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi. Para korban diming-imingi mendapatkan pekerjaan di PT Indofood dan PT Ultra Jaya.
Kapolres Cimahi, AKBP Imron Ermawan menjelaskan, pelaku yang menggunakan akun facebook tersebut memposting lowongan pekerjaan di kedua perusahaan tersebut.
“Setelah korban tertarik selanjutnya pelaku meminta sejumlah uang dan surat lamaran. Selanjutnya korban diminta untuk mengirimkan video tanpa busana sebagai syarat fisik karena dikhawatirkan ada penyakit HIV,” katanya, saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (8/4/2022).
Ia menambahkan, usai permintaan tersangka dipenuhi, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. Bahkan korban diancam video tanpa busana akan disebarkan jika tidak mengirim sejumlah uang sesuai permintaan tersangka.
“Sehingga dengan adanya kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp1.550.000,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, usai melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut, pihaknya mendapatkan informasi dan petunjuk keberadaan pelaku pada 21 Maret 2022 dan langsung mengamankan tersangka.
“Sekira pukul 17.00 WIB pelaku berhasil diamankan di rumah neneknya di daerah Sariwangi Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat dan membawa pelaku ke Kantor Sat Reskrim Polres Cimahi untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45A ayat 1 UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000. 000.000,00 (satu miliar rupiah).Dan atau Pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun,” pungkas Imron.
Sementara pelaku Suherman mengaku, awalnya hanya iseng memasang penipuan lowongan kerja di Facebook dan tidak menyangka ada yang tertarik.
“Awalnya iseng, dibuat sejak Desember 2021. Korbannya perempuan semua dan uangnya saya pakai untuk main game online,” pungkasnya.
(kro)




















