Macet Parah Landa Cimahi Imbas Proyek Underpass Gatsu, Dishub Buka Dua Arah di Underpass Dustira

Kondisi proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto di Kota Cimahi, Kamis (20/8/2026). Foto : Alfandy Septiansyah Putra/Radar Bandung/ Pojok Bandung

Kondisi proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto di Kota Cimahi, Kamis (20/8/2026). Foto : Alfandy Septiansyah Putra/Radar Bandung/ Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, KOTA CIMAHI – Kemacetan panjang mengular di sejumlah ruas jalan Kota Cimahi sejak Selasa (19/8/2026) hingga puncaknya Rabu pagi, imbas rekayasa lalu lintas pembangunan Underpass Gatot Subroto (Gatsu) yang berlangsung bersamaan dengan perbaikan Jembatan Pemkot. Kemacetan dilaporkan terjadi mulai pukul 07.00 WIB hingga malam hari.

Salah satu pedagang di kawasan Alun-alun Kota Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Teti, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku khawatir kemacetan yang terjadi berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Macetnya dari pagi sampai malam, saya takut nanti malah terjadi kecelakaan,” ujar Teti saat ditemui, Kamis (20/8/2026).

Dampak serupa dirasakan pengemudi ojek online, Maman (44). Ia mengaku dirugikan karena harus memutar mencari jalur yang tepat, sehingga kerap terlambat saat hendak menjemput maupun mengantar penumpang atau pesanan.

“Ya pasti kesal, karena saya kan setiap hari antar jemput penumpang, jadi kalau macet pasti telat, jadi bakalan di komplen sama yang ngorder,” kata Maman.

Merespons kemacetan parah yang terjadi pada hari pertama, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi mengambil langkah evaluasi dengan membuka dua arah di Underpass Dustira, Jalan Sriwijaya, mulai Kamis (20/8/2026).

Kepala Dishub Kota Cimahi, Endang, mengatakan kebijakan tersebut diambil usai kemacetan parah terjadi di hari pertama penerapan rekayasa lalu lintas.

“Hari pertama kemarin memang macetnya cukup parah, jadi setelah dievaluasi kami putuskan untuk membuka lajur di Underpass Dustira,” kata Endang.

Endang menjelaskan, pembukaan dua arah di Underpass Dustira memberi opsi tambahan bagi pengendara dari Jalan Gatot Subroto yang ingin menuju wilayah selatan atau Baros.

“Warga yang mau ke arah selatan sekarang tidak perlu lagi menumpuk di Gatot Subroto atau Pasir Kumeli, apalagi harus memutar jauh lewat Padasuka atau Cimindi,” ujarnya. “Sejak pagi tadi arusnya sebagian sudah kami arahkan ke Underpass Dustira, lewat Gedung 4 dan Jalan Sriwijaya,” tambahnya.

Meski demikian, tidak semua kendaraan diizinkan melintasi Underpass Dustira. Kendaraan besar seperti bus dan truk bersumbu banyak tetap dialihkan ke jalur lain karena ada aturan pembatasan tonase.

“Untuk bus dan truk besar dengan sumbu banyak memang tidak kami izinkan lewat sini. Yang boleh cuma truk sedang dan kecil, karena Underpass Dustira ada batasan tonasenya,” katanya.

Selain membuka jalur di Underpass Dustira, Dishub Kota Cimahi turut menambah personel di beberapa titik persimpangan yang biasa padat, seperti Simpang Sangkuriang, Alun-alun Cimahi, sampai Simpang Daeng atau Simpang Cihanjuang.

“Kami tambah personel di sepanjang Jalan Nasional, dari Simpang Sangkuriang, Alun-alun, sampai Simpang Daeng atau Cihanjuang. Tujuannya biar arus dari barat ke timur maupun sebaliknya bisa lebih cepat terurai,” tandasnya. (asp/job)

loading...

Feeds