POJOKBANDUNG.COM, KAB. ENDE – Relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) mulai turun ke lokasi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur atau NTT, Minggu (23/8/2026).

Relawan Gerakan Anak Negeri bersama tim Dinkes Kabupaten Ende dan tim pijat Cimande melakukan pemeriksaan kesehatan kepada pengungsi terdampak gempa Nusa Tenggara Timur atau NTT di Dusun Niaiba, Desa Kebiranga, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, Minggu (23/8/2026). Foto-foto: Arifin/metropolitan.
Lokasi pertama yang menjadi sasaran relawan GAN yakni Dusun Niaiba, Desa Kebiranga, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende. Lokasi tersebut menjadi wilayah yang terdampak gempa cukup parah.
Tim berangkat dari Kelurahan Paupire bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ende, Fransisca Nusanumba Ero dan beberapa jajarannya.
Relawan yang dipimpin Koordinator GAN Iqbal Muhammad dan tim advance Arie Sudharisman lasngung menyusuri jalan nasional di sepanjang pesisir pantai. Hamparan laut di sisi kiri kontras dengan tebingan tinggi di sisi kanan. Di beberapa titik, masih terlihat sisa-sisa longsor.
Setelah puas dengan pemandangan laut, jalur mengarah ke pegunungan. Tim harus
melewati jalan berkelok di antara punggungan.
Setelah 3 jam menempuh jarak sekira 95 kilometer, relawan akhirnya tiba di pengungsian warga Dusun Niaiba, Desa Kebiranga, Kecamatan Maokaro.
Lokasi pengungsian berada di tanah lapang tak jauh dari rumah warga di pesisir pantai.
Mereka mendirikan tenda seadanya menggunakan terpal.
Relawan Gerakan Anak Negeri bersama tim Dinkes Ende dan Puskesmas setempat
langsung menggelar alas. Merapikan obat dan menyiapkan meja pendaftaran. Warga satu persatu berdatangan. Memenuhi posko untuk melakukan pemeriksaan.
Perawat RSUD Kota Bogor, Adi Nurrohman melakukan screening awal dengan pemeriksaan tensi, nadi, suhu, hingga kandungan oksigen dalam darah.
Setelah itu, warga diarahkan ke dokter dari RSUD Kisa Depok, Faris Maulana Irfan, untuk
anamnesa dan diagnosa lalu diberikan resep obat yang disiapkan perawat Puskesmas
Bogor Selatan, Topan Aditya.
Relawan medis juga dibantau tim dari Dinkes Ende dan Puskesmas. Tim juga jemput bola dengan mendatangi tenda-tenda yang dihuni lansia yang tidak bisa berjalan ke posko.
Tak hanya melakukan penanganan medis, relawan Gerakan Anak Negeri juga membawa
dua ahli refleksi dari Cimande, yakni Ihwan Setiawan dan M. Padlillah.
Warga antre dipijat, banyak yang mengeluh pegal dan sakit persendian usai gempa.
Total, ada sekitar 120 warga yang memeriksaan kesehatannya. Sementara ahli pijat Cimande melayani belasan warga. Ketua RT Dusun Niaiba, Sahabudin, mengatakan ada sekitar 500 jiwa atau 135 kepala keluarga (KK) di wilayahnya terdampak bencana gempa. (fin)


















