Hadir dengan Kecanggihan AI, ASUS ExpertBook Ultra Bidik Laptop Bisnis Premium

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG — ASUS memperkuat lini laptop bisnis premiumnya melalui ExpertBook Ultra yang diposisikan sebagai perangkat flagship untuk kebutuhan eksekutif dan profesional. Laptop ini mengandalkan performa berbasis kecerdasan buatan (AI), keamanan tingkat enterprise, mobilitas, serta layar Tandem OLED.

Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan kebutuhan perangkat bisnis kini tidak lagi sebatas performa. Laptop untuk kalangan profesional juga dituntut mampu menjawab kebutuhan keamanan data, mobilitas tinggi, dan pemanfaatan AI dalam aktivitas kerja.

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” kata Eric dalam acara di Bandung, Rabu (19/8/2026).

ASUS menyebut kemampuan tersebut menjadi salah satu pembeda ExpertBook Ultra dibandingkan sejumlah laptop bisnis flagship yang beredar di pasar Indonesia. Menurut Eric, sejumlah perangkat kompetitor di kelas yang sama masih mengandalkan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan AI NPU hingga 48 TOPS.

Kemampuan tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas multitasking yang umum dilakukan pekerja profesional, seperti mengikuti rapat daring sambil mengolah data dalam jumlah besar dan menyusun presentasi.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” ujarnya.

ASUS juga membekali ExpertBook Ultra dengan fitur AI ExpertMeet. Fitur tersebut memungkinkan sejumlah proses, seperti transkripsi, penerjemahan bahasa, hingga optimasi kamera web, diproses menggunakan NPU.

Pemrosesan AI secara lokal dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemrosesan melalui cloud sekaligus membantu menjaga penggunaan daya dan sumber daya prosesor utama.

Selain itu, ASUS menghadirkan Zenni Claw yang memungkinkan pemanfaatan teknologi agentic AI secara lokal maupun cloud. Sistem tersebut dapat dihubungkan dengan sejumlah layanan AI, termasuk Anthropic, OpenAI, dan Google Gemini.

Dari sisi mobilitas, ExpertBook Ultra memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram. ASUS juga menawarkan layar Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak hingga 1.400 nits.

Eric mengatakan spesifikasi layar tersebut ditujukan bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan kerap bekerja di luar ruangan.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan, kafe, atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits,” katanya.

Teknologi Tandem OLED diklaim mampu memberikan tingkat kecerahan dan kualitas tampilan yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan profesional, mulai dari membaca dokumen hingga menampilkan grafik dan materi presentasi. ASUS juga mengklaim teknologi tersebut dapat membantu memperpanjang usia panel serta mengurangi risiko burn-in dibandingkan panel OLED konvensional.

Selain performa, aspek keamanan menjadi salah satu fitur yang ditonjolkan ASUS pada ExpertBook Ultra. Laptop tersebut dilengkapi sistem ASUS ExpertGuardian yang disebut telah memenuhi sertifikasi NIST Level-4.

Sistem keamanan tersebut dirancang memberikan perlindungan berlapis terhadap data dan perangkat, termasuk ketika media penyimpanan dilepas dari laptop.

“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” ujar Eric.

Dari sisi ketahanan fisik, ExpertBook Ultra menggunakan sasis yang memenuhi standar militer MIL-STD 810H. ASUS juga mengklaim perangkat mampu menahan tekanan hingga 100 kilogram dalam pengujian tertentu.

Menurut Eric, ketahanan tersebut penting bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang membawa laptop di dalam tas bersama dokumen maupun perangkat lainnya.

“Banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat,” katanya.

Dengan kombinasi performa AI, layar Tandem OLED, bobot ringan, serta fitur keamanan dan ketahanan fisik, ASUS menempatkan ExpertBook Ultra sebagai perangkat bisnis flagship yang menyasar kebutuhan profesional di era AI.

Peluncuran ExpertBook Ultra juga menjadi bagian dari upaya ASUS memperkuat bisnis perangkat commercial di Indonesia. ASUS mengklaim mencatat pertumbuhan 117 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada segmen commercial di Indonesia sepanjang 2025.

Memasuki kuartal I dan II 2026, ASUS menyebut posisi bisnis commercial mereka di Indonesia terus membaik, masing-masing berada di peringkat ketiga dan kedua berdasarkan data internal perusahaan.

Di pasar laptop secara keseluruhan, ASUS menyatakan menguasai lebih dari 30 persen pangsa pasar Indonesia pada 2025. Perusahaan mengklaim telah mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar laptop consumer selama lebih dari satu dekade.

ASUS juga memperkuat posisi di segmen gaming melalui lini Republic of Gamers (ROG). Perusahaan menyebut aktivasi laptop gaming ASUS ROG berbasis NVIDIA GeForce RTX 50 Series telah menyumbang lebih dari 50 persen di pasar Indonesia.

Melalui ExpertBook Ultra, ASUS kini berupaya memperluas kekuatan tersebut ke segmen laptop bisnis premium dengan menawarkan perangkat yang menggabungkan performa komputasi AI, keamanan data, mobilitas, dan ketahanan dalam satu perangkat.

loading...

Feeds