POJOKBANDUNG.COM, JAKARTA – Secara kekuatan militer, baik jumlah personel maupun kualitas persenjataan, Pakistan jelas bukan tandingan Afghanistan.

Ilustrasi Pakistan menyerang Afganistan. Foto : Dok. X.com. Sementara foto atas, ilustrasi para petarung Taliban di Provinsi Laghman pada Maret 2020. Foto : Dok. Getty Images
Pakistan rutin masuk 15 besar dunia untuk urusan angkatan perang, sedangkan Taliban yang menguasai Afghanistan justru banyak mengandalkan alat tempur bekas.
Analisa pakar, dari berbagai video pertempuran di garis perbatasan yang terjadi sebelumnya, para personel Taliban terlihat memakai senjata ringan.
Di sisi lain, kekuatan militer Pakistan bisa dilihat dari sasaran tembak mereka sekarang yang banyak menyasar fasilitas pemerintahan.
“Ini artinya Pakistan menargetkan rezimnya itu sendiri,” kata Michael Kugelman, analis senior di Dewan Atlantik dan Asia Selatan, kepada BBC.
Mengutip BBC kemarin (27/2/2026), persenjataan Taliban berasal dari tiga sumber: bekas militer Afghanistan, peninggalan pasukan asing, dan yang dibeli dari pasar gelap.
Terbiasa Berperang
Taliban diperkirakan bakal melawan Pakistan tidak dengan cara yang konvensional.
Mereka kemungkinan bakal menerapkan taktik perang gerilya yang sangat mereka kuasai.
Taliban tumbuh melawan dengan cara seperti itu.
Perbatasan Afghanistan-Pakistan juga sangat mereka kuasai karena terbiasa melintasinya di masa melawan militer Afghanistan maupun pasukan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat.
Dan, jangan lupakan pula militansi khas orang Afghanistan.
Sejarah negeri yang beribu kota di Kabul itu berlumur perang, banyak di antaranya melawan pasukan asing.
Dari para tentara Genghis Khan di abad ke-13, militer Uni Soviet sejak akhir 1970-an, sampai pasukan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat pada awal 2000-an.
“Orang-orang Afghanistan akan membela tanah air tercinta mereka dan akan menghadapi serangan dengan keberanian,” kata Hamid Karzai, presiden Afghanistan 2002-2014. (ttg/Jawa Pos)


















