Pihaknya juga mendukung pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) melalui pembudayaan kegemaran membaca dan peningkatan akses layanan perpustakaan yang inklusif.
Kinerja pelaksanaan (kontrak dan penyaluran) DAK Fisik Perpusda pada tahun keempat (2022) mengalami perbaikan yang signifikan dibanding tahun pertama pelaksanaannya (2019). Di sisi lain, pengalokasian DAK Fisik Perpusda masih sangat dipengaruhi usulan.
Untuk itu direkomendasikan mempertahankan kinerja pelaksanaan (kontrak dan penyaluran) DAK Fisik Perpusda dan lebih memperhatikan kebutuhan IPL dan akreditasi Perpusda dalam proses pengalokasian DAK Fisik Perpusda.
Didik Darmanto dari Direktorat Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas menjelaskan budaya literasi berkontribusi dalam mengasah kepekaan dan tanggung jawab sosial, membangun kepedulian dan penghargaan terhadap hasil karya orang lain, menumbuhkan kreativitas dan inovasi, meningkatkan keterampilan dan kecakapan sosial (komunikasi, negosiasi, kerja kelompok dan relasi sosial yang baik).
Bappenas menyatakan bahwa sasaran PP revolusi mental dan pembangunan kebudayaan adalah meningkatkan budaya literasi untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif dan kreatif pada 2024 dengan target mencapai 71 persen, karena pada tahun 2021 hanya mencapai 54,29 persen.
“Maka dari itu kini pemerintah menerapkan kebijakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” pungkasnya. (*)



















