Terlebih pengusaha juga menyinggung tentang ketakutan adanya kenaikan Stuktur dan Skala Upah (SUSU) yang pada tahun lalu besarannya ditentukan oleh pemerintah dan itu memberatkan pengusaha,
“Saya yakin situasi investasi dan dunia usaha sangat sedang tidak baik-baik saja dengan order yang tiba tiba berkurang 50 persen di tahun depan untuk sektor sepatu, dan garment, sehingga pengusaha sedang ada pada tahap survival,” terangnya.
Ning berharap, pengusaha harus tetap optimis namun tidak lupa tetap mawas diri dan realistis. Pengusaha juga dituntut untuk menelorkan ide– ide serta membangun flexibilitas sehingga bisa kuat dalam menghadapi guncangan usaha dan ekonomi dari waktu ke waktu.
“Kami sangat memahami keadaannya dan akan membuat kajian serta evaluasi yang lebih komprehensif, serta mendiskusikannya kembali di internal pengusaha sebelum menyampaikan dan mendiskusikannya lebih jauh dengan pemerintah,” tandasnya. (arh)




















