250 Ribu Pemudik Diprediksi akan Tinggalkan Kota Bandung, Dishub Siapkan Ini

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, M Ricky Gustiadi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, M Ricky Gustiadi.

Untuk mengecek kelancaran mudik, Ricky mengatakan, akan menyiapkan pos penjagaan di beberapa titik. Dengan dijaga 8 orang petugas Dishub dibagi menjadi dua sift. Rencananya, posko akan dibuka pada 26 April 2022 hingga 10 Mei 2022.

“Personel dari kami sendiri ada 800 orang yang diturunkan. Namun kami bekerjasama dengan instansi lain untuk menunjang kegiatan ini,” terangnya.

Di pos ini, nantinya dicek berapa realnya penumpang yang datang dan pergi dari terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum.

Ricky mengatakan, pihaknya juga menyiapkan tim terdiri atas petugas kesehatan untuk tes Covid-19.

“Kami juga menyediakan apliaksi peduli lindungi, untuk diakses penumpang. Sehingga bisa kelihatan mana yang sudah divaksin dan belum,” tambahnya.

Disinggung berapa jumlah penumpang yang diprediksi akan meninggalkan Kota Bandung dari dua terminal tersebut Ricky mengatakan kurang lebih sebanyak 250 ribu pemudik.

Sedangkan untuk angka nasional, jumlah pemudik yang menggunakan armada bus sebenarnya 79,4 juta, dengan keberangkatan paling banyak ke Jawa Tengah sebanyak 26,8 % atau 21,3 juta orang. Sedangkan untum Jabar sebanyak 15% atau sekitar 11,9 juta orang.

“Dari jumlah tersebut kami memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 29 dan 30 April. Sedangkan puncak arus balik pada 8 Mei 2022,” tambahnya.

Kepada penumpang yang akan mudik dengan menggunakan angkutan umum, Ricky menghimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Dengan menggunakan masker minimal. Terlebih sekarang ada aturan kapasitas penumpang bus boleh 100%, namun tidak diperbolehkan berbicara dan makan di dalam bus.

“Karenanya, bus akan berhenti setiap setidaknya 8 jam sekali untuk istirahat dan makan,” pungkasnya.

(mur)

loading...

Feeds