POJOKBANDUNG.COM, DENPASAR – Kelangkaan BBM masih menjadi persoalan serius di Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster memberlakukan work from home (WFH) selama tiga hari mulai Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026). Imbauan tersebut ditujukan kepada pemkab, pemkot, pimpinan BUMD dan BUMN, hingga seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta.
Koster menjelaskan, kebijakan WFH merupakan langkah recovery setelah melihat perkembangan distribusi BBM di lapangan yang masih memerlukan percepatan. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi kembali dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri pada Rabu (14/10/2026) siang.
”Atas kesepakatan dengan Dirut Pertamina siang hari ini (kemarin, Red), maka Gubernur Bali memberlakukan kebijakan WFH pada tanggal 15–17 Oktober 2026,” ungkap Koster seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Bali.
Langkah lain untuk mempercepat penanganan kelangkaan BBM adalah mengoperasikan sedikitnya 52 SPBU selama 24 jam di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. ”Penambahan tenaga operasional Pertamina dan pengawalan truk tangki oleh Polda dari depo ke SPBU agar distribusi lancar,” ungkapnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Bali, kelangkaan BBM itu terlihat di SPBU Jimbaran pada pagi dan SPBU di Kedonganan saat siang kemarin. Sejumlah pedagang pasar memilih tidak berjualan karena kesulitan mendapatkan BBM untuk membeli dagangan maupun mengambil bahan baku. Kesulitan mendapatkan bensin juga dialami vokalis Lolot Band, Made Bawa. Di tengah persiapan untuk manggung keesokan harinya, dia harus memikirkan ketersediaan BBM untuk kendaraan operasional band yang kehabisan bensin. ”Besok manggung, mobil operasional kehabisan bensin. Berat banget, gak biasa antrean panjang,” ujar Made Bawa.
Penumpang Transportasi Umum Naik
Sementara itu, krisis BBM di Bali membuat masyarakat beralih ke transportasi umum. Jumlah penumpang naik cukup signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Manajer Operasional PT Satria Trans Jaya, Ida Bagus Eka Budi mengungkapkan, dalam tiga hari terakhir, rata-rata jumlah penumpang harian melebihi angka normal. Pada Minggu (11/10), tercatat sebanyak 5.865 penumpang, Senin (12/10) menjadi 5.710 penumpang, dan melonjak 6.501 orang pada Selasa (13/10).
”Ada kenaikan jumlah pengguna sebesar 791 orang atau kurang lebih 14 persen pada hari Selasa dibandingkan hari Senin,” kata Gus Eka kemarin (14/10).
Banyuwangi
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, antrean BBM terlihat di sejumlah SPBU. Sebagian besar konsumen sengaja membeli lebih banyak dengan isi full tank.
”Antreannya memang tampak jauh lebih panjang dalam tiga hari terakhir ini. Saya sengaja antre beli Pertalite sampai penuh untuk berjaga-jaga karena takut pasokan di Banyuwangi ikut-ikutan langka seperti kejadian di Bali,” cetus Indra, pemotor asal Kecamatan Rogojampi, saat ditemui di SPBU Karangente kemarin (13/10).
Terpisah, Anggota Ombudsman RI Abdul Ghoffar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan awal dari 25 provinsi terkait gangguan layanan BBM. Bali, termasuk kawasan yang dikategorikan sebagai provinsi yang mengalami gangguan distribusi dan berdampak pada ketersediaan BBM. (selengkapnya lihat grafis).
Ombudsman memberi perhatian pada persoalan rantai pasok BBM, mulai dari keterlambatan pengiriman, proses bongkar muat, kondisi depot, hingga jadwal penyaluran pasokan. ”Sudah seharusnya Kementerian ESDM dan BPH Migas duduk kembali dan kemudian membincang terkait dengan data jumlah kuota yang kemudian perlu disesuaikan, apakah masih cukup saat ini atau kemudian perlu ditambah,” ujarnya.
Dia menyebut, berdasarkan laporan laporan gangguan BBM tersebut diterima Ombudsman hingga 13 Oktober 2026, di Sumatera Barat, waktu tunggu untuk mendapatkan BBM mencapai dua hingga tiga jam. Di Papua Barat, antrean berlangsung sejak malam hingga pagi dengan panjang lebih dari satu kilometer. Di Sulawesi Utara, antrean di sejumlah lokasi dilaporkan mencapai 300 hingga 500 meter. Di Banten, antrean solar di salah satu titik koridor Tol Merak-Pangerang disebut mencapai sekitar satu kilometer.
Selain antrean panjang, kekosongan stok di sejumlah SPBU juga dilaporkan terjadi di Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan DI Jogjakarta.
Khusus di Bali, Ombudsman telah meminta perwakilan setempat melakukan respons cepat untuk mendalami kelangkaan BBM. ”Gangguan pasokan BBM berpotensi memengaruhi aktivitas pariwisata di wilayah tersebut,” jelas dia. (feb/ray/aif/nad/jun/Jawa Pos)
Grafis Kondisi BBM Hasil Pantauan Ombudsman
Stok kosong atau tidak tersedia
Aceh, Kalimantan Barat, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi selatan, Riau.
Pasokan terbatas atau terjadi Kelangkaan
Jawa tengah, Sumatera barat, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat.
Gangguan distribusi berdampak pada ketersediaan
Bali dan Sumatera Selatan.
Relatif tersedia atau terkendali
DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah
Sumber: Data Ombudsman RI diterima pada 13 Oktober 2026


















