Pemkot Bandung Siapkan Sistem Integrasi Kamera CCTV yang Terhubung dengan Dishub, Polda, Polres hingga RT RW

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sistem integrasi kamera pengawas atau CCTV untuk memperkuat pemantauan keamanan di berbagai wilayah. Sistem akan menggabungkan kamera milik Pemkot Bandung, Dinas Perhubungan, Polda, Polres, hingga perangkat di tingkat RT/RW dan kelurahan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan integrasi CCTV diperlukan agar informasi dari berbagai titik dapat dipantau dalam satu sistem. Dengan pola integrasi, pemkot bersama aparat keamanan dapat lebih cepat mengetahui adanya gangguan maupun kejadian yang membutuhkan penanganan di lapangan.
“Yang pasti kita akan melakukan integrasi CCTV,” ujar Farhan, Jumat (2/10/2026).
Farhan menjelaskan kamera pengawas yang selama ini dimiliki sejumlah instansi dan unsur kewilayahan tidak akan berdiri sendiri. Pemkot akan mendorong penyatuan sistem agar data visual dari berbagai lokasi dapat dimanfaatkan secara bersama untuk mendukung pengawasan kota.
Menurutnya, selain CCTV milik Pemkot Bandung, sistem yang disiapkan juga akan melibatkan kamera milik Dishub, Polda, dan Polres. Jaringan pengawasan itu nantinya diperluas dengan kamera yang berada di lingkungan RT/RW serta kelurahan.
Farhan menyebut sistem tidak hanya ditujukan untuk merekam kejadian setelah peristiwa berlangsung. Integrasi kamera mampu menjadi bagian dari mekanisme peringatan dini sehingga petugas dapat segera bergerak ketika muncul indikasi gangguan di lapangan.
“Pada saat bersamaan, apabila kita mendapatkan satu warning saja, kita langsung turun,” katanya.
Pelaksanaannya, sistem pengawasan akan dibagi dan dimanfaatkan bersama oleh sejumlah unsur. Farhan menyebut Polres, Polda, Dishub, dan Satpol PP akan menjadi bagian dari pemanfaatan sistem yang terintegrasi kamera.
Kebijakan bagian dari upaya Pemkot Bandung memperkuat pengawasan terhadap aset dan fasilitas publik. Pemkot tidak ingin kejadian yang berpotensi mengganggu pelayanan maupun keamanan baru diketahui setelah kerusakan atau kehilangan terjadi.
“Keberadaan CCTV di berbagai wilayah tidak hanya berfungsi sebagai kamera pemantau lokal. Data dari masing-masing titik menjadi informasi bersama sehingga respons kejadian tidak harus menunggu laporan manual dari masyarakat,” kata Farhan.
Farhan menekankan pentingnya keterlibatan banyak unsur karena pengawasan kota tidak hanya berada di tangan pemerintah. Kamera yang terpasang di lingkungan masyarakat maupun milik instansi lain dinilai dapat memperluas jangkauan pemantauan di Kota Bandung.
“Penguatan sistem pengawasan menjadi salah satu yang disiapkan untuk mencegah kejadian serupa berulang,” ucapnya
Selain pengawasan melalui CCTV, Farhan meminta pengusaha reklame memastikan konstruksi papan reklame dalam kondisi aman. Pemkot akan melakukan penyidikan apabila reklame kembali roboh dan menimbulkan kerugian publik, korban.
“Integrasi CCTV, koordinasi antarinstansi berjalan lebih cepat ketika ditemukan kejadian di lapangan. Informasi dari kamera pengawas dapat menjadi dasar bagi petugas terkait untuk menentukan lokasi dan segera melakukan penanganan,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan konsep integrasi melibatkan jaringan CCTV yang sudah tersedia, menghubungkan kamera dari berbagai instansi hingga tingkat kewilayahan, sistem pengawasan kota yang lebih luas dan responsif terhadap gangguan keamanan. (dsn)

loading...

Feeds