Pemprov Jabar Tawarkan Enam Proyek Investasi Strategis di SIBS ASEAN 2026

POJOKBANDUNG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan enam proyek investasi strategis kepada investor Malaysia dan negara-negara ASEAN dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Kota Bandung, 9–10 Juli 2026.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan, kehadiran 225 delegasi dari Selangor yang tergabung dalam 70 organisasi bisnis menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru di Jawa Barat.

Menurut Erwan, Jawa Barat memiliki posisi strategis sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia sehingga kerja sama dengan Malaysia, khususnya Selangor, perlu terus diperkuat.

“Saya yakin kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Selangor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Erwan saat membuka SIBS ASEAN 2026 di Bandung, Kamis (9/7).

Erwan mengungkapkan, hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia menunjukkan tren yang positif. Dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai sekitar Rp47 triliun, menjadikannya salah satu investor terbesar di provinsi tersebut.

Malaysia juga menjadi salah satu mitra dagang utama Jawa Barat dengan surplus perdagangan mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat. Sementara di sektor pariwisata, wisatawan asal Malaysia menyumbang sekitar 12,5 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

“Hal ini mempertegas hubungan erat dalam sektor perdagangan antara Malaysia dan Jawa Barat, khususnya Selangor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, SIBS ASEAN 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai peluang investasi pada sektor-sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.

“Melalui SIBS 2026, Jawa Barat menghadirkan peluang investasi strategis pada sektor-sektor prioritas yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi dan siap dikembangkan bersama mitra internasional,” kata Dedi.

Menurut Dedi, dalam tiga tahun terakhir realisasi investasi Malaysia di Jawa Barat mencapai sekitar Rp44 triliun. Khusus sepanjang 2025, investasi asal Malaysia tercatat sebesar Rp25,7 triliun yang tersebar di sektor industri pengolahan, informasi dan komunikasi, perdagangan, pertanian, kehutanan, perikanan, hingga jasa lainnya.

Pada ajang SIBS ASEAN 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan enam proyek investasi strategis yang mencakup sektor kedirgantaraan, kawasan industri, ekonomi kreatif, energi, transportasi, dan pendidikan vokasi.

Di sektor kedirgantaraan, proyek yang dipromosikan meliputi pengembangan Kertajati Aerospace Park dan Mixed Use Commercial Area sebagai bagian dari penguatan ekosistem Bandara Internasional Kertajati. Selain itu, terdapat proyek Grand Kertajati Aerocity Commercial and Industrial Area yang diproyeksikan menjadi kawasan bisnis dan industri terpadu di kawasan Rebana Metropolitan.

Pada sektor ekonomi kreatif, Jawa Barat menawarkan peluang investasi pada Agate International, perusahaan pengembang gim nasional, serta proyek film animasi “Super Neli The Movie: An Indonesia Story With Global Potential” yang dipersiapkan untuk menembus pasar global.

Sementara di sektor energi, pemerintah mempromosikan proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Bendungan Sadawarna sebagai bagian dari pengembangan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan.

Di bidang transportasi, proyek Bandung Metropolitan Urban Railways dan LRT Kabupaten Bandung ditawarkan sebagai solusi pengembangan sistem transportasi massal di kawasan metropolitan Bandung.

Adapun pada sektor pendidikan, Jawa Barat membuka peluang investasi untuk pengembangan Politeknik Manufakturing Bandung Kampus Majalengka guna mendukung penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Dedi berharap promosi berbagai proyek strategis tersebut mampu menarik minat investor baru sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Barat dan Malaysia.

“SIBS 2026 diharapkan menjadi sarana untuk mempererat kerja sama Jawa Barat dan Malaysia, khususnya di bidang ekonomi, investasi, perdagangan, pariwisata, serta pengembangan sektor strategis lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, peningkatan investasi akan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri, serta pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Jawa Barat.

loading...

Feeds