POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sebagai bentuk dukungan pada kemerdekaan Palestina, tiga orang seniman tari asal Kota Bandung Angeline Azhar, Chrysti Maharani Dewi, dan Gatot Gunawan, menggelar aksi menari selama empat jam non-stop yang dimulai pada pukul 08.00-12.00 WIB, di Palestine Walk Alun-alun Bandung.
Digelarnya aksi bertajuk “Sukarno’s Massage” yang diinisiasi oleh komunitas sejarah Mataholang Officieel ini pun bertujuan untuk memperpanjang pesan Bung Karno tentang keberpihakan Indonesia atas kemerdekaan Palestina, di hari ulang tahun Sang Putera Fajar ke-123 itu.
Koordinator Komunitas Mataholang, Gatot Gunawan menyebutkan, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina sudah secara nyata dilakukan oleh Bung Karno dalam sejarahnya. Hal itu menurutnya dapat dimaknai sebagai keberpihakan Indonesia atas penindasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Bangsa Palestina hingga hari ini.
“Isu konflik Palestina-Israel ini kami angkat karena menurut kami konflik ini tak kunjung berakhir. Kami rasa sejarah panjang dukungan Bung Karno terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina masih sangat relevan hari ini, dan kita punya tanggung jawab untuk terus menyuarakan soal kemerdekaan Palestina ini,” kata Gatot.
Dia menyebutkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan sikap yang selaras dengan amanat pembukaan Undang-Undang Dasar tahun 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. “Ini juga menunjukkan posisi Indonesia yang bebas aktif secara politik,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Angeline Azhar dukungan yang diberikan kepada rakyat Palestina ini bukan hanya agitasi dan propaganda. Namun, dilakukan dalam tindakan nyata oleh Bung Karno dan segenap pendiri bangsa sejak awal kemerdekaan.
Menurutnya, catatan sejarah keterlibatan Sukarno mendukung kemerdekaan Palestina dapat dirunut pada persitiwa Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung di Bandung pada 1955 silam. Saat itu, ia menyebut Bung Karno turut mengundang Mufti Besar Palestina untuk menyampaikan pesan kemerdekaan.
“Dari literatur yang ada kita bisa simak bahwa Bung Karno tidak pernah mengundang Israel. Bahkan, beberapa kali surat resmi dari Israel untuk membuka perwakilan diplomatik di Indonesia tak pernah ditanggapi Bung Karno” kata Angeline.
Dia menegaskan, aksi menari yang dilakukannya bersama dua seniman lain dalam peringatan hari lahir Bung Karno ini merupakan bagian tak terpisahkan dari riak gelombang dukungan terhadap Palestina yang sedang terjadi saat ini.
“Dengan memahami situasi kebatinan rakyat Indonesia atas Palestina, sebagaimana yang telah Bung Karno ajarkan dalam sejarah bangsa, dan melihat situasi warga sipil Palestina saat ini yang digempur secara brutal oleh Israel, kami seniman tari tergerak untuk melakukan aksi 4 jam menari sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap warga Palestina” pungkasnya. (rup)




















