
POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Achmad Nugraha menyayangkan kejadian meninggalnya warga Kota Bandung di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, diduga akibat keterlambatan tindakan yang harusya petugas.
“Atas kejadian ini, DPRD dan Pemerintah Kota Bandung seharusnya mengkomunikasikan penyebab kelalaian ini untuk mengetahui apa yang terjadi,” ujar Achmad.
Menurut Achmad, meskipun RSHS merupakan rumah sakit di bawah kewenangan pemerintah pusat, namun posisinya berada di Kota Bandung. Selain itu, yang menjadi korban adalah warga Kota Bandung.
“Sebagai pimpinan di Kota Bandung sangat memungkinkan jika meminta keterangan dan mendengarkan penjelasan dari pihak RSHS, karena warga yang menjadi korban adalah warga kita. Bahkan kita sangat berhak melakukan itu,” terang Achmad.
Baca Juga: Minyak Goreng Langka di Pasar, DPRD Kota Bandung Akan Panggil Disdagin dan Distributor
Jika pihak rumah sakit tidak memenuhi undangan ini, maka Achmad mengatakan pihaknya akan mendatangi rumah sakit.
“Ini konteksnya mencari tahu, bukan menyalahkan. Hal itu sah-sah saja untuk mendapatkan klarifikasi dari kedua belah pihak,” kata Achmad.
Baca Juga: DPRD Kota Bandung Desak Penyelesaian Jembatan Exit Tol 149 Gedebage
Secara pribadi, Achmad merasa heran kenapa sampai tidak ada tindakan dari pihak rumah sakit. Mengigat pasien sudah bolak-balik ke rumah sakit sejak sekitar 9 bulan yang lalu.
“Itulah kenapa kami harus melakukan klarifikasi dan mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit. Karena terlalu banyak berita yang simpang siur di masyarakat,” tegasya.
Achmad mengakui, meski memang ada beberapa rumah sakit yang sudah maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun masih ada saja ruah sakit yang lalai memberikan pelayanan, terutama kepada pasien BPJS Kesehatan.
“Ada beberapa rumah sakit yang mewajibkan pasiennya melengkapi persyaratan BPJS sebelum dilakukan tindakan. Namun harus kita akui, ada juga rumah sakit yang mau melayani pasien dan administrasi bisa menyusul,” tambahnya.




















