POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – DPD PKS Kota Bandung gandeng 15 orang profesional untuk menjadi dewan pakar. Hal itu sebagai upaya untuk bisa meraih target 26 kursi di legislatif.
“Keberadaan dewan pakar ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dan masukan sehingga kami yang duduk di kursi parlemen bisa mengambil keputusan dengan data yang akurat,” ujar Ketua DPD PKS Kora Bandung, Khairullah kepada wartawan, Senin (10/4/2022).
Lelaki yang akrab disapa Iyung ini mengatakan, pihaknya meminta ke 15 orang ini, yang dianggap cukup mumpuni di bidang mereka masing-masing. Ke 15 orang ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, ada yang berkecimpung di dunia keartisan, ada yang purnawirawan TNI, ada dari disiplin ilmu kedokteran dan lain sebagainya.
“Dewan pakar ini sudah dibentuk disetiap tingkatan, baik di pusat, DPW dan sekarang di DPD,” terangnya.
Dengan keberadaan dewan pakar ini, lanjut Iyung, bisa membantu dalam mencari solusi. Iyung mengatakan, langkah ini menunjukan PKS serius dalam mencari solusi setiap permasalahan.
Disinggung apakah dewan pakar ini akan dijadikan juru kampanye, Iyung mengatakan belum ada pembicaraan kearah sana. Namun, Iyung mengatakan, setidaknya mereka bisa memperkenalkan kepada kolegnya tetang PKS.
“Jadi ya kalau mereka sedang berbicara dengan koleganya, bisa menyebutkan bahwa mereka salah seorang dewan kehormatan PKS,” tambahnya.
Dengan demikian, Iyung berharap semakin banyak orang yang mengenal PKS, dan yang sudah mengenal akan melihat keseriusan PKS dalam menyelesaikan masalah. Sehingga target PKS di pemilu yang akan datang bisa terealisasi.
“Target kita di Pilwalkot, wali kota dan wakil-nya satu paket dari PKS, itu Insya Alloh bisa tertealisasi. Selain itu, untuk kursi DPRD Kota Bandung, kami menargetkan bisa meraih 26 kursi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (PMD) Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan, pihaknnya sangat berharap dewan pakar ini bisa memberikan masukan yang berkualitas.
“Dengan adanya masukan dari dewan pakar kita dalam setiap rapat bisa membeberkan data yang berkualitas dan tidak asbun,” katanya.
Tedy juga berharap, dewan pakar bisa memberikan masukannya meski tanpa diminta, sehingga bisa dijadikan reverensi oleh para anggota partai dan para anggota DPRD dari fraksi PKS.
(mur)




















