Catat Nih! Plt Yana Mulyana Larang Pejabat Gelar Buka Bersama dan Open House, Kalau Warga Boleh

Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana saat memberi keterangan kepad wartawan. (Foto: Murwani/ Pojok Bandung)

Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana saat memberi keterangan kepad wartawan. (Foto: Murwani/ Pojok Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana menegaskan, untuk pejabat publik di Kota Bandung dilarang menggelar kegiatan buka bersama selama Ramadan dan open house.

“Yang jelas, kalau pejabat publik tidak boleh menggelar atau ikut dalam acara buka bersama selama Ramadan dan open house. Tapi kalau warga ya boleh, saja. Tapi untuk lebih jelasnya, kita memang belum membuat aturan pastinya,” ujar Plt Walikota Bandung, Yana Mulyana, kepada wartawan, usai menggelar rapat terbatas di Balai Kota, Selasa (29/3/2022).

Yana mengatakan, untuk sementara aturan yang diterapkan, warga boleh menggelar buka Bersama, namun dengan kapasitas terbatas. Demikian juga dengan tempat ibadah, Yana mengatakan boleh mengadakan ibadah di tempat peribadatan, namun dengan kapasitas 50 persen.

“Karena Kota Bandung masih ada di PPKM level 3, ya kapasitas masih 50 persen,” tambah Yana.

Namun, untuk beberapa hal mendapat relaksasi kembali. Seperti untuk tempat makan dengan sistem drive thru bisa buka 24 jam, dengan pertimbangan tidak ada kontak dengan pembeli. Halnya dengan mall, supermarket dan minimarket mendapat tambahan jam operasional, menjadi dari pukul 08.00 WIB sampai 22.00 WIB.

“Asalnya dari pukul 10.00 WIB sampai 22.00 WIB, sekarang jam opearsionalnya ditambah,” jelas Yana.

Baca Juga: Banyak Kesamaan, Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama dengan Kota Daegu Korea Selatan

Sedangnkn untuk tempat hiburan, Yana menegaskan tidak ada tempat hiburan yang bisa buka selama bulan Ramadan.

“Jika ada tempat hiburan yang melanggar, maka akan kami kenakan sanksi berupa penyegelan,” terangnya.

Baca Juga: Fasilitasi Anak Muda Berkreasi, Pemkot Bandung Resmikan Gedung GGM

Namun, untuk beberapa sektor yang sudah mendapatkan relaksasi, Yana mengatakan agar tetap menjaga protokol kesehatan. Salah satunya dengan perketat menggunakan masker dan penggunaan aplikasi pedui pindungi.

“Karena kedua hal itu, menjadi salah satu upaya kita dalam menekan angka penyebaran covid-19. Walaupun memang angka penyebaran sekarang relatif terkendali, demikian juga dengan angnka bed occupancy rate yang bisa ditekan,” terangya.

(mur)

loading...

Feeds