Catet! Indonesia Tak Akan Impor Daging Ayam

Imas pedagang daging ayam potong di pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: nur fidhiah shabrina/pojokbandung

Imas pedagang daging ayam potong di pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu (18/7/2018). Foto: nur fidhiah shabrina/pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menegaskan saat ini Indonesia tidak akan impor daging ayam. Hal tersebut lantaran Indonesia memiliki stok ayam yang cukup.

Kata dia, pihaknya dengan tegas saat ini belum memberikan izin untuk impor daging ayam. Dengan alasan ingin memuliakan petani di indonesia.

Dia juga meyebutkan karena Indonesia sudah kelebihan pasokan daging ayam, bahkan sudah melakukan ekspor ke Jepang, Timor Leste, Papua New Guinea dan sedang dalam penjajakan ekspor ke negara-negara Asia lainnya dan Timur Tengah.

“Sampai hari ini belum memberikan izin untuk daging ayam,” Kata Diarmita saat di jumpai di kantor dinas peternakan provinsi Jawa Barat, jalan Ir. H. Juanda kota Bandung, Jumat (24/8).

Menyikapai harga ayam yang saat ini tembus hingga Rp 40 ribu lebih perkilogram, dia malah bersyukur karena peternak bisa menikmati hasil kerja kerasnya.

“Harga pakan emang lagi mahal, masa iya saya mau suruh agar jual murah, ya kasian peternak,” ujarnya.

Terang dia, dengan naiknya harga dagiang ayam tidak akan terjadi inflasi, lantaran setiap hari daging ayam di pasaran selalu habis, artinya daya beli maayarakat sudah meningkat.

“Saya suka setres, kalau harga ayam murah peternak menjerit, sekarang kalau harga mahal bisa berpengaruh kepada omset penjualan,” ujarnya.

Dia juga meyebutkan, meski saat ini pasokan dagin ayam terbilang cukup untuk kebutuhan nasiolan, namun karena permintaan menikat stok yang ada terpakai.

“Tidak kurang tapi cukup untuk kesedian, karena itu sudah di hitung oleh ahli,” terangnya.

(Ipn/pojokbandung)

 

loading...

Feeds