POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuka peluang investasi dengan memberikan insentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi gedung yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Kebijakan yang disiapkan untuk menarik investor sekaligus mendorong pemanfaatan kembali bangunan bersejarah di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan pemkot membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor untuk masuk ke Kota Bandung. Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang besar, termasuk pariwisata, perdagangan hingga pemanfaatan bangunan cagar budaya.
“Jadi pada kesempatan sekarang kita, dalam tanda kutip, membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor untuk masuk ke Kota Bandung. Berbagai macam peluang itu besar sekali,” kata Farhan.
Farhan menjelaskan investor yang tertarik mengembangkan gedung yang telah masuk dalam daftar cagar budaya akan mendapatkan kemudahan berupa insentif PBB. Kebijakan ini disebut sebagai PBB Rp1 bagi bangunan cagar budaya yang telah mendapatkan Surat Keputusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
“Sehingga akan bisa mengundang para investor untuk bisa masuk dan membangun kembali gedung-gedung cagar budaya itu tanpa menghilangkan karakternya sama sekali,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, insentif ini diharapkan dapat membuat bangunan cagar budaya tetap terawat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Investor dapat melakukan pengembangan terhadap bangunan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai sejarahnya.
Selain cagar budaya, Pemkot Bandung juga melihat sektor pariwisata dan perdagangan sebagai peluang utama investasi. Masuknya investasi diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha di Kota Bandung.
“Target investasinya sebetulnya Rp11 triliun, tapi insyaallah bisa tercapai karena di semester satu saja sudah tercapai lebih dari Rp6 triliun,” kata Farhan.
Farhan menambahkan pemerintah juga tengah mendorong Bandung menjadi pusat teknologi dan keuangan. Salah satu peluang yang sedang didorong, pengembangan data center karena kondisi Kota Bandung dinilai memiliki keunggulan dari sisi suhu udara dan ketersediaan listrik.
Farhan berharap berbagai kemudahan ini dapat memperkuat posisi Bandung sebagai kota tujuan investasi sekaligus menjaga keberadaan bangunan bersejarah yang menjadi bagian dari identitas kota.(adr/job)



















