POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG – Generasi ketiga Sate Hadori membuka cabang berkonsep semi kafe di Jalan Natuna No 27, Kota Bandung, dengan mengandalkan menu eksklusif gulai kepala kambing yang tidak tersedia di pusat.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga eksistensi kuliner legendaris yang berdiri sejak 1940-an itu, sekaligus menyesuaikan diri dengan pola konsumsi anak muda yang gemar nongkrong di kafe.
Pengelola Sate Hadori Natuna, Agung Purnama, mengatakan selain suasana yang lebih kasual, pihaknya menghadirkan sejumlah menu tambahan. Di antaranya nasi goreng kambing, sapi, dan ayam; sop kambing; sop iga sapi; tongseng; hingga gulai kepala kambing sebagai menu spesial.
“Gulai kepala kambing ini tidak ada di pusat. Kita hadirkan khusus di Natuna,” ujar Agung kepada Tribunjabar.id, Minggu (15/2/2026).
Menu kepala kambing dibanderol Rp200 ribu per porsi. Sementara menu lain dimulai dari Rp15 ribu untuk camilan dan Rp35 ribu untuk nasi goreng. Pengelola juga menawarkan paket berdua seharga Rp99 ribu dan paket berlima Rp599 ribu.
Konsep semi kafe dihadirkan dengan dua lantai semi outdoor dan dapur terbuka di lantai pertama. Area parkir yang lebih luas menjadi nilai tambah dibanding cabang pusat yang mengusung konsep rumah makan konvensional.
Putty Permata Sari, pengelola lainnya, menyebut perubahan konsep ini dilatarbelakangi pergeseran tren. Menurutnya, pengunjung kini tak hanya mencari rasa, tetapi juga suasana.
“Kalau di pusat itu rumah makan. Di Natuna lebih santai, bisa untuk nongkrong juga,” katanya.
Anggi Natalya menambahkan, lokasi yang dikelilingi kafe modern justru dilihat sebagai peluang. Pengunjung yang awalnya datang untuk ngopi, berpotensi mampir mencicipi sate.
Meski konsep berubah, cita rasa tetap dipertahankan. Vitta Sukmawatie menegaskan resep dan teknik pengolahan masih mengikuti ajaran pendiri.
“Dari cara memotong kambing, membakar, sampai membuat gulai tetap kami jaga. Ada bumbu rahasia yang tidak berubah,” ujarnya.
Setiap hari, ribuan tusuk sate dibakar menggunakan arang. Daging dipilih segar dan dipotong dengan teknik khusus untuk menjaga tekstur agar empuk dan minim aroma prengus.
Selain gulai kepala kambing, menu yang kerap diburu pelanggan adalah sate sinderet, bagian terbatas yang hanya menghasilkan sekitar 15–20 tusuk dari satu ekor kambing.
Berdiri sejak era 1940-an dan pernah disinggahi sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Sate Hadori kini dikelola generasi ketiga: Vitta Sukmawatie, Anggi Natalya, Putty Permata Sari, dan Agung Purnama.
Bagi generasi penerus, tantangan terbesar bukan ekspansi, melainkan menjaga warisan rasa yang telah dinikmati lintas generasi.
Sate Hadori Natuna buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.


















