Edwin Senjaya Minta Pemkot Bandung Genjot Pendapatan Dari Sektor Pajak

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Edwin Senjay.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Edwin Senjay.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Edwin Senjaya menyebut, geliat ekonomi di kota kembang perlahan kembali bangkit.

Namun, hingga sekarang belum seluruh sektor usaha pulih sepenuhnya. Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya 5 persen sampai 7 persen, dimana tahun 2022 ini baru di angka 3 persen.

“Meski memang belum bisa dikatakan kembali ke keadaan normal. Tapi harus kita apresiasi geliat ekonomi itu ada. Karena biasanya kan PAD kita di angka tiga koma sekian triliun,” ujar Edwin.

Edwin mengatakan, hal yang menghambat kembalinya laju pertumbungan ekonomi di Kota Bandung karena kekosongan jabatan walikota beberapa waktu lalu. Meski demikian, Edwin menegaskan bisa jadi hal lain juga ikut menunjang dan menjadi penyebabnya.

“Ya mungkin, karena kemarin posisi wali kota dalam keadaan kosong cukup lama. Sehingga LPE agak tersendat,” terangnya.

Karenanya, Edwin berharap dengan dilantiknya Yana Mulyana sebagai Walikota Bandung definitif bisa membuat pertumbuhan ekonomi melaju cepat mengejar ketertinggalan, meskipun tidak didampingi Wakil Walikota.

“Kita juga tidak bisa meraba atau memprediksi apa kesulitan yang dihadapi Walikota Bandung yang sekarang tanpa ada wakil. Ya baru bisa kita lihat performa kerjanya pada akhir tahun mendatang,” katanya.

Edwin mengatakan, beberapa sektor pajak yang bisa digenjot sekarang diantanya pajak restoran dan pajak hiburan. Pasalnya beberapa mata pajak seperti PBB, pajak air tanah kurang begitu signifikan.

“Pajak PBB, pajak air, tanah ya hanya segitu-gitunya. Sedangkan untuk pajak hiburan, pajak hotel dan restoran masih bisa digenjot dan diupayakan penghasilan yang maksimal,” pungkasnya.

Selain itu, Edwin meminta Pemkot Bandung mengoptimalkan PAD dari sektor pariwisata.

“Pariwisata jadi salah satu sektor yang juga bisa digenjot kontribusi pemasukannya, apalagi saat ini kasus Covid-19 perlahan melandai,” ucap Edwin.

Baca Juga: Minyak Goreng Langka di Pasar, DPRD Kota Bandung Akan Panggil Disdagin dan Distributor

Edwin melanjutkan, salah satu upayanya yaitu kembali menjajaki dan mempererat kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang memiliki destinasi wisata alam lebih banyak dibanding Kota Bandung.

“Bandung ini punya kelebihan lain dibidang pariwisata misalnya hotel, wisata kuliner dan pusat belanja. Jika semua dikolaborasikan, bisa membawa dampak positif baik bagi Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.

Edwin mengusulkan, yang bisa dilakukan Pemkot Bandung adalah membuat promosi besar-besaran untuk menarik kembali wisatawan. Sebab, belakangan ini kota kembang seperti tidak mempunya ciri khas yang mudah diingat dan tidak punya daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan.

“DKI punya Formula E, kalau Bandung punya apa coba?” jelasnya.

Menurut Edwin, ada baiknya Pemkot Bandung kembali membuat acara cukup besar untuk mengundang wisawatan, misalnya dengan kembali menggebyarkan peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB).

“Peringatan KAA tahun ini juga kurang semarak,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Desak Penyelesaian Jembatan Exit Tol 149 Gedebage

Padahal, kalau Kota Bandung bisa menggelar acara tahunan yang meriah, Edwin menilai itu akan lebih baik. Disinggung masalah anggaran, Edwin menilai bukan tidak mungkin bisa menganggarkan anggaran yang cukup jika dinas terkait memang ada keinginan.

“Kan di mana ada keinginan di situ ada jalan,” tegasnya.

Di sisi lain, terkait pemulihan ekonomi yang melibatkan UMKM, Edwin berpesan, jangan sampai program-program yang dimiliki oleh dinas-dinas di Kota Bandung ini hanya merupakan seremonial saja, tanpa benar-benar menyentuh UMKM di level bawah.

(*)

loading...

Feeds