Dwina mengatakan, pengelolaan sampah melalui Maggot ini sangat menarik dan perlu disosialisasikan terus kepada masyarakat, bahkan harus diterapkan.
“Dampaknya bukan saja terhadap lingkungan tapi ada nilai ekonominya,” ujar Dwina.
Dwina berlama-lama di stan DLH Jabar. Ia membeli eco enzyme sebanyak 5 buah, maggot kering 5 bungkus, dan produk Les’ Go atau lele siap goreng dengan total belanjaan Rp 150 ribu.
Selain mendirikan stan, DLH Jabar juga menghadirkan mobil edukasi lingkungan. Di mana setiap masyarakat atau pengunjung bisa belajar tata cara pengelolaan sampah melalui maggot atau mengembangbiakkan maggot.
(***)




















