POJOKBANDUNG.COM, KAB. BANDUNG BARAT – Jalan Raya Cimereme di Kecamatan Padalang, Kabupaten Bandung Barat, kerap mengalami kemacetan.
Lumpuhnya arus lalu lintas sering dikeluhkan oleh banyak pengguna jalan, terutama pada jam pulang kerja sore hari hingga ke malam hari.
Salah satu titik spot yang memiliki tingkat kepadatan tinggi yaitu berada pada jalur pertigaan Cimareme. Hal tersebut diketahui terjadi karena adanya penyempitan jalan serta banyaknya kendaraan bermuatan seperti truk besar yang keluar masuk kawasan industri.
Salah satu pengguna jalan, Mardi (42), mengatakan hampir setiap hari melewati arus lalu lintas yang tersendat. Ia mengatakan kemacetan di Jalan tersebut memanh sudah terjadi hingga sejak dulu hingga sekarang.
“Capek saya, karena setiap pulang kerja kan pasti lewat sini, terus pasti macet parah, sekitar jam 3 sore itu udah mulai padat. Dari dulu selalu gini ngga ada perubahan,” kata Mardi, Rabu (7/10/2026).
Dirinya juga mengatakan bahwa sumber dari kemacetan tersebut disebabkan oleh aktivitas keluar masuk kendaraan yang sering terjadi secara tidak kondusif sehingga menyebabkan arus lalu lintah lumpuh dan kemacetan mengular.
“Macet gini ya pasti karena banyak orang yang mau belok ke jalan kampung, rata-rata kan ngga sabaran, jadi banyak yang nyerobot main jalan kan selain bikin macet juga bahaya bisa kecelakaan,” ujarnya.
Selain Mardi, pengguna jalan lain Adit (27), juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan bahwa selain banyaknya aktivitas di sore hari, seringnya insiden truk mogok menjadi salah satu penyebab kemacetan, karena kejadian itu akan memakan sebagian badan jalan.
“Di daerah sini pasti hampir setiap saat ada mobil yang mogok, jadi otomatis jalan jadi sempit, terus saya penginnya ya buat truk besar kan ada waktu operasionalnya jadi kalau siang atau sore harusnya jangan keluat dulu kasian sama pengendara motor atau mobil biasa,” keluhnya.
Adit juga mengaku sering melewati jalur tikus yang menjadi jalan alternatif agar terhindar dari hambatan lalu lintas dan menuju titik tujuan dan sedikit lebih cepat dibanding melewati jalur utama.
“Kalau saya suka lewat jalan potong, itu juga lihat di maps, jadi sekalian nyobain lewat eh ternyata bisa tembus, daripada harus lewat jalan besar ngga kuat macet parah jadi kemakan waktu lama,” tandasnya.
Kasus kemacetan di jalur tersebut memang sudah menjadi masalah lama yang hingga kini masih belum terpecahkan dan belum mendapatkan solusi. (ASP/radarbandung)




















