Jalan Burujul-Sanca Sumedang Diperbaiki, Gunakan Dua Lapis Hotmix

Salah seorang pengendara roda dua melintas ditengah perbaikan ruas jalan Burujul-Sanca Kecamatan Buahdua, Sumedang. Foto : Panji/Radar Sumedang/ Pojok Bandung

Salah seorang pengendara roda dua melintas ditengah perbaikan ruas jalan Burujul-Sanca Kecamatan Buahdua, Sumedang. Foto : Panji/Radar Sumedang/ Pojok Bandung

POJOKBANDUNG.COM, SUMEDANG – Ruas Jalan Burujul-Sanca di Kecamatan Buahdua yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu kini tengah diperbaiki. Jalan sepanjang sekitar 4 kilometer tersebut diperbaiki menggunakan konstruksi hotmix dua lapis.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurutnya, terdapat keinginan dari sebagian masyarakat agar ruas jalan tersebut diperbaiki menggunakan konstruksi beton. Namun, berdasarkan pertimbangan teknis, khususnya kondisi tanah yang cukup labil, konstruksi hotmix dinilai lebih sesuai.

“Sebagian masyarakat menginginkan jalan ini diperbaiki dengan beton. Tetapi karena ini merupakan IJD dari pemerintah pusat dan melihat karakteristik tanahnya yang cukup labil, maka hotmix menjadi pilihan,” kata Dony kepada Radar Sumedang, belum lama ini.

Dony mengatakan, ruas Burujul-Sanca merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah Sumedang dan Indramayu. Keberadaan jalan tersebut juga memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan pertanian.

Perbaikan ruas jalan tersebut sebelumnya diusulkan Pemkab Sumedang kepada pemerintah pusat dan mendapat alokasi melalui program IJD. Pekerjaan kembali dilanjutkan sejak Agustus-September 2026.

Adapun pekerjaan meliputi pembenahan drainase, pengerasan badan jalan, pelebaran jalan dari sekitar empat meter menjadi enam meter, serta pengaspalan menggunakan hotmix.

Dony juga meminta agar sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di sekitar akses menuju ruas Burujul-Sanca turut mendapat penanganan. Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan kembali terjadi setelah pekerjaan utama rampung.

“Saya juga minta karena alat berat akan masuk ke ruas jalan ini, karena pengalaman kemarin ada kerusakan. Mungkin nanti bisa di-overlay atau ditambal yang rusak-rusak sebelum ke Burujul-Sanca,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Buahdua Kiki Hakiki mengatakan, hingga akhir pekan lalu, pekerjaan pengaspalan hotmix telah mencapai lebih dari satu kilometer. Namun, pengaspalan tersebut baru merupakan lapisan pertama karena konstruksi jalan direncanakan menggunakan dua lapis hotmix.

“Untuk hotmix sudah lebih dari satu kilometer. Saat ini baru satu lapis karena nantinya akan dibuat dua lapis,” kata Kiki.

Selain pengaspalan, kata dia, terdapat pula pekerjaan menggunakan agregat kelas A pada sejumlah bagian jalan. Termasuk pada ruas yang sebelumnya menggunakan konstruksi beton.

Kiki menjelaskan, pada beberapa titik yang sebelumnya sudah menggunakan beton akan dilakukan pembongkaran. Material hasil bongkaran selanjutnya akan dipindahkan ke lahan Perhutani dengan terlebih dahulu berkoordinasi dan mendapat izin melalui Resort Pemangkuan Hutan (RPH).

“Yang sebelumnya beton akan dibongkar, kemudian materialnya dibuang ke lahan Perhutani atas seizin Perhutani melalui RPH. Setelah itu konstruksinya diganti dengan agregat dan hotmix dua lapis,” jelasnya.

Menurut Kiki, penggunaan hotmix juga mempertimbangkan kondisi geologi di kawasan tersebut.

Pasalnya berdasarkan kajian teknis, kondisi tanah dinilai cukup labil sehingga konstruksi beton dikhawatirkan kembali mengalami keretakan apabila digunakan dalam jangka panjang.

“Pertimbangannya karena berdasarkan kajian geologi, kondisi tanahnya labil. Kalau menggunakan beton, lama-kelamaan dikhawatirkan kembali pecah. Karena itu konstruksinya menggunakan agregat dan hotmix,” katanya.

Untuk menjamin keselamatan pengguna jalan selama proses pengerjaan, pihak kecamatan bersama pelaksana juga telah memasang rambu-rambu di sepanjang titik pekerjaan.

Rambu dipasang mulai dari awal hingga akhir lokasi perbaikan untuk mengingatkan pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat maupun kendaraan lainnya, agar lebih berhati-hati. Terlebih, aktivitas kendaraan dan alat berat masih berlangsung di lokasi.

“Rambu-rambu sudah kami pasang dari awal titik pekerjaan sampai akhir. Kami imbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati karena masih ada aktivitas alat berat,” terang Kiki.

Kiki menambahkan, apabila ditemukan kendala selama proses pengerjaan, pihak kecamatan akan melakukan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk mencari penyelesaian di lapangan.

Perbaikan ruas Jalan Burujul-Sanca melalui program IJD tersebut memiliki panjang sekitar 3,6 hingga 4 kilometer. Pengerjaan dilakukan secara bertahap, dengan tahap awal diprioritaskan sepanjang sekitar 1,5 kilometer sebelum dilanjutkan pada sisa ruas hingga mencapai batas wilayah Sumedang-Indramayu. (jim)

loading...

Feeds