Video 28 Juli Ungkap KDM Cek Izin Proyek BDx Jatiluhur, Bukan Meresmikan

 

POJOKBANDUNG.com, – Rekaman video kunjungan KDM ke lokasi rencana pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada 28 Juli 2026 menunjukkan bahwa saat itu proyek masih dalam tahap persiapan dan proses perizinan.

Dalam rekaman berdurasi sekitar tiga menit itu, KDM terlihat berdialog langsung dengan pihak BDx mengenai rencana pembangunan pusat data. Pembicaraan mencakup nilai investasi, luas lahan, kapasitas listrik, kebutuhan air bersih hingga status perizinan pembangunan.

KDM secara langsung menanyakan status izin bangunan kepada pihak BDx.

“IMB-nya sudah keluar?” tanya KDM.

Pihak BDx menjawab, “Proses, Pak, sambil jalan.”

KDM kemudian meminta agar proses perizinan tersebut dipercepat.

“Jalan cepat, ya. Jangan lama-lama, Bapak,” ujar KDM.

Sebelumnya, KDM juga menanyakan secara detail mengenai rencana fisik bangunan. Pihak BDx menjelaskan bahwa gedung pertama yang akan dibangun memiliki lima lantai dengan ketinggian sekitar tujuh meter per lantai. Kapasitas teknologi informasinya disebut dapat mencapai 120 megawatt.

Nilai investasi pembangunan yang dibahas dalam kunjungan tersebut mencapai sekitar Rp3,5 triliun.

“3,5 triliun tuh setara dengan APBD Kabupaten Purwakarta,” kata KDM saat pihak BDx menyebut nilai investasi tersebut.

KDM kemudian menanyakan sumber listrik untuk pusat data tersebut. Pihak BDx menjelaskan bahwa pasokan listrik akan berasal dari PLN.

Pembahasan berlanjut pada kebutuhan air. KDM menanyakan sumber air bersih yang akan digunakan pusat data tersebut.

“Jaringan air bersihnya dari mana?” tanya KDM.

Pihak BDx menjawab bahwa pasokan air berasal dari Perumda Gapura Tirta Rahayu.

Dalam dialog tersebut, pihak BDx menyebut kebutuhan air untuk fasilitas tersebut sekitar 384 liter per detik (LPS). Angka tersebut disebut setara dengan kebutuhan sekitar 15.000 kepala keluarga.

Pihak BDx juga menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan kapasitas baru sekitar 700 LPS di lahan mereka untuk mendukung kebutuhan tersebut.

“Ngisi air ke sini sama dengan ngisi air ke berapa ribu rumah?” tanya KDM.

“Ini 384 LPS sama dengan sekitar 15.000 KK,” jawab pihak BDx.

KDM kemudian menyinggung kepastian pembayaran penggunaan air oleh perusahaan.

“Berarti enggak ada alasan lagi nanti ke depan PDAM rugi. Karena tidak mungkin perusahaan sebesar ini nunggak telat bayar air,” kata KDM.

Pihak BDx juga menjelaskan alasan memilih lokasi Jatiluhur. Lokasi tersebut disebut berada di kawasan yang tidak banjir, tidak gempa, dan jauh dari gunung api.

“Karena itu kita pilih di sini,” ujar pihak BDx.

Kunjungan tersebut berlangsung pada 28 Juli 2026 dan diisi dengan dialog antara KDM dan pihak BDx mengenai rencana pembangunan pusat data AI di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dalam video tersebut, KDM menanyakan sejumlah aspek rencana pembangunan, mulai dari kapasitas gedung, sumber listrik, kebutuhan air hingga status perizinan. Saat ditanya mengenai IMB, pihak BDx menyatakan prosesnya masih berjalan dan siap melakukan upaya percepatan.

loading...

Feeds