POJOKBANDUNG.COM, BALIKPAPAN – Tujuannya sebenarnya Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Namun, pesawat Super Air Jet yang terbang dari Surabaya harus mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Satu pesawat lainnya yang menuju Palangka Raya dan terpaksa mendarat di Sepinggan adalah Garuda Indonesia.
Keduanya masing-masing dijadwalkan tiba sekitar pukul 08.50 WIB dan 09.05 WIB Minggu (30/8/2026).
Namun, karena kondisi jarak pandang tidak memungkinkan akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan, pilot mengambil keputusan untuk mengalihkan penerbangan ke Balikpapan.
Baru Senin (31/8/2026) siang, kedua pesawat tersebut mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia I Made Darmawan mengatakan, ada 18 jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut kemarin, terdiri atas sembilan penerbangan kedatangan dan sembilan keberangkatan.
Namun, sejak pagi belum ada penerbangan yang dapat melakukan lepas landas mau pun pendaratan karena buruknya jarak pandang.
“Kalau delay pasti ada, karena kabut asap masih lumayan tebal,” kata I Made saat dikonfirmasi Kalteng Pos, kemarin.
Lewat tengah hari, kondisi jarak pandang mulai menunjukkan perbaikan.
I Made menyebut, visibility sempat meningkat hingga sekitar 1.500 meter. (rif/ttg/Jawa Pos)


















