Pameran dan Pelatihan Kompetensi POTP Jadi Sarana Peningatan Hasil Pangan Jabar

Pelatihan Kompetensi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POTP) di aula BPSDM, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (22/8/2022). (ist)

Pelatihan Kompetensi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POTP) di aula BPSDM, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (22/8/2022). (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat menggelar pameran Perlindungan Tanaman dan Pelatihan Kompetensi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POTP) di aula BPSDM, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (22/8/2022).

“Pameran ini penting karena kita harus meningkatkan hasil pangan di Jabar. Terlebih, Jabar peringkat ketiga nasional dalam hal produksi padi dan berkontribusi terhadap swasembada di Indonesia terutama padi sebesar 16,74 persen dari sekitar 9 juta ton angka nasional pada 2022 ini,” ujar Kepala DTPH Jabar, Dadan Hidayat.

Dadan mengatakan, semua capaian ini berkat kerja keras, para petugas pertanian salah satunya POPT yang bertugas melindungi tanaman dari serangan organisme pengganggu tumbuhan san mitigasi dampak perubahan iklim.

Menurut Dadan, Jabar saat ini memiliki POPT sebanyak 525 orang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) 76 orang, Calon ASN 20 orang, dan tenaga harian lepas (THL) 429 orang yang tersebar di 627 wilayah kerja kabupaten/kota se-Jabar.

“Dalam melaksanakan tugasnya, para POPT ini melakukam kolaborasi dengan PPL, kelompok tani, kementerian pertanian, akademisi, serta stake holder terkait. Hal itu agar mereka pun memiliki pengalaman serta ilmu untuk swasembada pangan,” jelasnya.

Dadan mengakui, berbagai peristiwa yang terjadi saat ini seperti perang Ukraina dengan Rusia serta Pandemi Covid-19 menyebabkan inflasi global.

Oleh karena itu, lanjutnya, pelatihan POPT sangat diperlukan sebagai upaya untuk tetap bertahan ditengah inflasi global serta agar swasembada di Indonesia khususnya di Jabar masih tetap terkendali.

“Mengingat hal tersebut, tentunya peningkatan kompetensi POPO terutama POPT THL menjadi kebutuhan mendesak agar mereka siap bekerja secara profesional, handal, dan semangat terus mengawal pengamanan proses produksi pangan di tengah inflasi global,” bebernya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan mampu menguatkan kemampuan para POPT untuk berinovasi dan berkolaborasi.

Jabar diakui Uu, memiliki hamparan tanah yang begitu subur sehingga menjadi suatu keuntungan bagi masyarakat untuk memanfaatkan termasuk para POPT.

“Terus berinovasi dan berkolaborasi. Sehingga kesejahteraan petani dan target swasemvada pangan di tahun 2022 dapat terwujud,” pesannya. (mur)

loading...

Feeds