Pada kesempatan yang sama, Co-Chair W20 Indonesia dan juga Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengungkapkan bahwa XL Axiata memiliki tanggung jawab untuk memberikan solusi digital, pelatihan, pendampingan, dan kesempatan agar perempuan bisa mendapatkan kesempatan yang sama, melalui program Sisternet.
“Sebagai bagian dari program Sisternet, Sispreneur berupa kelas inkubasi manajemen bisnis melalui pemanfaatan digital bagi womenpreneurs,” terangnya.
Hingga saat ini program ini telah berhasil mendampingi lebih dari 1.000 pelaku womenpreneus di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sebanyak 79% peserta program Sispreneur sudah berhasil go digital.
“Kami terus berupaya untuk dapat mendukung lebih banyak lagi womenpreneurs lainnya untuk dapat go digital dan juga go global. Itu sebabnya W20 berkolaborasi dengan Sispreneur dengan harapan, kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan oleh para delegasi W20 dapat memberikan wawasan dan juga akses kepada para womenpreneurs untuk naik ke level internasional,” ucap Dian.
Sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan W20 selama G20 Presidensi Indonesia, National Programme Officer Women Entrepreneurship dari UN Women Indonesia, Pertiwi Triwidiahening mengatakan bahwa UN Women berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk pemangku kepentingan, untuk penguatan kewirausahaan berperspektif gender dengan memberikan kesempatan setara untuk pengembangan keterampilan bagi pengusaha perempuan melalui pelatihan dengan pendekatan inovatif, serta membuka akses bagi pengusaha perempuan untuk berjejaring.
Apresiasi modal usaha Rp300 juta
Proses seleksi W20 Sispreneur ini diawali dengan submit artikel sejak 1 April 2022. Sebanyak lebih dari 1.000 peserta mendaftar untuk mengikuti program inkubasi berupa kelas dengan empat topik pelatihan. Para peserta yang lolos seleksi awal ini wajib mengikuti satu bulan pelatihan untuk menaikkan standar bisnis yang telah mereka miliki selama ini.
Pada tahapan selanjutnya seluruh peserta diarahkan mengumpulkan poin melalui tugas dan post-test selama program inkubasi untuk memilih 100 peserta yang lolos ke tahapan selanjutnya. Pada tahapan ketiga, 100 peserta akan disaring menjadi 25 peserta melalui seleksi proposal bisnis terbaik.
Sebanyak 25 finalis dengan proposal terbaik akan mengikuti penjurian dan melakukan presentasi bisnis mereka. Selanjutnya, 10 UMKM terbaik berhak mengikuti pameran produk pada acara puncak G20 di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara pada Juli 2022 mendatang.
Apresiasi bagi 10 UMKM terbaik berupa modal usaha dengan total Rp 300 juta. Selain itu, para peserta akan mendapatkan pendampingan UMKM secara online melalui chat group maupun FGD, showcase untuk produk UMKM, mentoring bersama fasilitator penugasan online, serta dilengkapi juga dengan pre-test dan post-test pendampingan bisnis oleh pakar UMKM tingkat global.
Materi yang diberikan akan dibagi ke dalam empat sesi. Sesi pertama berisi inovasi produk dan segmentasi pasar seperti bagaimana cara menjangkau pasar dengan inovasi baru. Sesi kedua berisi perencanaan keuangan, antara lain mempelajari perencanaan keuangan.
Sesi ketiga berisi business roadmap, antara lain cara membuat roadmap bisnis dengan tepat. Sesi keempat berisi digital marketing dan branding, antar lain bagaimana mengenal strategi content marketing.
Dengan adanya bantuan modal bagi pemenang, diharapkan usaha mereka akan lebih berkembang dan mencapai pasar yang lebih luas lagi melalui pemanfaatan digitalisasi. Jika bisnis mereka maju, maka manfaatnya juga akan berdampak positif bagi masyarakat sekitarnya dan juga mendukung roda perekonomian Indonesia.
Lebih jauh, aksi ini diharapkan dapat mendorong adanva pemberdayaan perempuan secara ekonomi, memperkuat pengetahuan womenpreneurs Indonesia sehingga dapat mengurangi terjadinya diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.



















