As Roda Bocor Akhiri Perjuangan di Albert Park, Tetap Semangat, Rio!

Para pembalap Formula 1 berfoto sebelum menjalani race Australian Formula One Grand Prix di Albert Park. Foto: Zimbio

Para pembalap Formula 1 berfoto sebelum menjalani race Australian Formula One Grand Prix di Albert Park. Foto: Zimbio

“Karena panas, olinya seperti meledak,” ucap Rio. Dia mengaku baru kali ini mengalami masalah pada as roda. Saat balapan di kelas menuju F1 juga belum pernah dialami yang seperti itu. “Ya, saya kecewa, tapi inilah balapan. Masalah terjadi di luar kendali saya,” ujarnya.

Ketika Rio keluar dari mobil dan melepas helm, banyak pendukungnya yang langsung berteriak dan memegangi kepala. Dan, memang banyak bendera merah putih bertebaran di sekeliling Sirkuit Albert Park.

Ucapan penyemangat pun disampaikan oleh orang-orang yang berada dekat dengan Rio, di kawasan hospitality Manor. Misalnya Moreno Soeprapto, mantan pembalap nasional yang kini menjadi anggota DPR (Komisi X). Menurut Moreno, kerusakan pada mobil Rio itu memang tidak bisa diatasi dalam waktu singkat.

“Kalau diteruskan, bisa membahayakan pembalap lain di trek atau Rio sendiri,” katanya. “Masalah seperti ini bisa terjadi pada semua tim, bahkan tim besar sekalipun,” tambah pria 33 tahun tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang menonton di hospitality Manor, juga menyemangati Rio. “Yang paling penting adalah Rio tidak mengalami kecelakaan dan masih bisa membalap di seri berikutnya. Kan masih ada 20 balapan lagi. Masih panjang,” ucapnya.

Dia juga melihat Rio sudah memberikan yang terbaik. Itu terbukti dari catatan waktunya yang terus membaik saat lomba. “Ini yang perlu kita beri dukungan penuh terus-menerus. Dia sudah berjuang dengan maksimal,” tambahnya.

Sekarang, Rio langsung memfokuskan diri menuju lomba berikutnya di Bahrain, 3 April mendatang. Dan, dia mengaku siap menghadapinya, bahkan seperti tidak sabar segera ke sana.

Rio Haryanto

Rio Haryanto

Rio memang mengenal lintasan di Bahrain lebih baik daripada di Albert Park. “Tahun lalu kan saya menang di sana,” ucapnya, mengingatkan kita pada balapan GP2 tahun lalu.

Sementara itu, mantan pembalap nasional lainnya, Ananda Mikola, meminta masyarakat Indonesia untuk mendukung Rio secara positif. Yaitu dengan menjaga supaya tidak memiliki ekspektasi berlebihan, yang justru bisa berbalik membebani Rio.

Bagaimanapun, Indonesia harus bangga karena sudah punya pembalap di F1. Dan, tahun ini, hanya ada 13 negara yang terwakili di F1. “Jangan diberi target muluk-muluk. Supaya Rio bisa membalap tanpa beban,” pungkasnya. (*)

loading...

Feeds