Hari Antikorupsi, Pejabat Negara dan Petinggi KPK Kumpul di Bandung

HARI ANTI KORUPSI: Sejumlah relawan dari berbagai komunitas yany tergabung dalam Komsorsium Komunitas Antikorupsi 2015 membentangkan kain perca integritas pada puncak perayaan Hari Antikorupsi di Taman Alun-alun Bandung, jalan Asia Afrika, Kota Bandung, kemarin (10/12). Sebanyak 20 ribu kain perca yang telah dibubuhi cap tangan yang merupakan simbol komitmen diri dalam menegakan mental dan menjaga keluarga dari perilaku korupsi. (Foto: Kharizal Maris)

HARI ANTI KORUPSI: Sejumlah relawan dari berbagai komunitas yany tergabung dalam Komsorsium Komunitas Antikorupsi 2015 membentangkan kain perca integritas pada puncak perayaan Hari Antikorupsi di Taman Alun-alun Bandung, jalan Asia Afrika, Kota Bandung, kemarin (10/12). Sebanyak 20 ribu kain perca yang telah dibubuhi cap tangan yang merupakan simbol komitmen diri dalam menegakan mental dan menjaga keluarga dari perilaku korupsi. (Foto: Kharizal Maris)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia, Luhut Panjaitan, menghadiri pembukaan festival hari anti korupsi di Sabuga, Kamis (10/12/2015).

Festival tersebut dihadiri lembaga-lembaga negara dengan mendirikan booth. Kota Bandung sendiri menghadirkan Inspektorat dan BPPT.

“Kedua lembaga tersebut saya pilih, karena mereka mewakili reformasi dinas di Pemkot Bandung. BPPT sudah mengeluarkan 6.000 izin selama enam bulan dirilis online,” ungkap Ridwan Kamil.

Sedangkan untuk inspektorat, menurutnya dinas tersebut ada reformasi pengawasan. Sehingga tahun lalu, Pemkot Bandung mendapatkan penghargaan KPK anti gratifikasi.

Selain itu juga, kata dia, akan ada pembentukan forum pemantau zona integritas. Nantinya masyarakat dan ahli-ahli di Bandung akan masuk kedalam lembaga yang diberikan SK oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Saya diberi wewenang, untuk melakukan pemantauan dan pelaporan di dinas-dinas jika ada pelanggaran menjurus korupsi,” ujarnya.

Untuk Penyelenggaraan acara sendiri, ia mengaku cukup puas karena partisipasi warganya yang luar biasa. Ada 38 acara yang diselenggarakan di beberapa tempat di Kota Bandung. Acara tersebut seperti seminar, membuat film, acara teatrikal dan lainnya.

“Semua orang ingin berpartisipasi, sehingga top of mind-nya tentang anti korupsi tidak dilingkungan pejabat, tapi di anak-anak sekolah juga,” tandasnya.

Dengan demikian akan ada 3.000 kelas untuk mendidik dan bikin komitmen tentang anti korupsi. Kemudian 151 kelurahan di Kota Bandung juga ikut berpartisipasi.

“Jadi seluruh mata angin di Bandung pointnya tentang anti korupsi. Sehingga nantinya bermuara pada perilaku menghindari dari hal negatif seperti korupsi,” imbuhnya. (mur)

loading...

Feeds