DPMPTSP Jabar dan BI Fasilitasi 11 Proyek Daerah di WJIR 2026

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat kembali memperkuat penetrasi promosi dan fasilitasi investasi daerah. Langkah tersebut diwujudkan lewat gelaran The 4th West Java Investment Roadshow (WJIR) 2026 yang berlangsung di T-Tower Bank bjb, Jakarta, Kamis (8/10).

Mengusung tema “Essential Infrastructures for Inclusive Investment”, WJIR 2026 diselenggarakan sebagai agenda pembuka (pre-event) menuju puncak The 8th West Java

Investment Summit (WJIS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Forum bisnis ini mempertemukan para pemilik proyek strategis (project owner) dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat secara langsung dengan calon investor domestik maupun mancanegara.

Dalam sesi dialog bisnis dan one-on-one meeting, Pemprov Jawa Barat menawarkan portofolio 11 proyek investasi siap tawar (ready to offer) dengan total nilai estimasi mencapai Rp2,072 triliun.

Sebelas proyek tersebut mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari perdagangan pasar, pelayanan kesehatan, penyediaan air minum, pengelolaan limbah persampahan, penerangan jalan umum, hingga industri maritim.

Di sektor maritim dan infrastruktur dasar, nilai investasi terbesar dicatatkan oleh proyek pengembangan Galangan Kapal Pabean Udik di Kabupaten Indramayu senilai Rp450 miliar, disusul proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jasinga di Kabupaten Bogor sebesar Rp418 miliar.

Sementara untuk sektor kesehatan dan perdagangan, ditawarkan pula proyek pengembangan Rumah Sakit Derwati Kota Bandung senilai Rp367,8 miliar, KIA Center RS Umar Wirahadikusumah Sumedang senilai Rp165 miliar, Pembangunan Pasar Pratama Padakembang Tasikmalaya Rp127,7 miliar.

Lalu, optimalisasi Ultra Filtrasi Banjar Rp124,5 miliar, Revitalisasi Pasar Kosambi Bandung Rp100 miliar, TPST Pasirbuluh Bandung Barat Rp83,5 miliar, Green Park RSUD Kota Bogor Rp62 miliar, TPST Purbahayu Pangandaran Rp38,7 miliar, serta Penerangan Jalan Umum Purwakarta Rp13,3 miliar.

Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik, menegaskan bahwa promosi investasi dalam WJIR 2026 tidak berhenti pada tahap pemaparan potensi semata. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal fasilitasi dan komunikasi intensif agar penjajakan bisnis berlanjut hingga realisasi penanaman modal secara nyata.

Ajang tahunan ini berhasil menarik minat sekitar 120 calon investor yang berasal dari Australia, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Filipina, serta perwakilan asosiasi bisnis nasional seperti KADIN, APINDO, dan HIPMI.

Tingginya antusiasme pasar global ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat kualitas layanan dasar bagi masyarakat Jawa Barat.

loading...

Feeds

Inflasi September 2026 di Jawa Barat

Inflasi September 2026 di Jawa Barat

POJOKBANDUNG.COM, KOTA BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat pada September 2026 terjadi inflasi year on year …