POJOKBANDUNG.COM, BANDUNG– Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat menargetkan keterwakilan perempuan di parlemen tidak berhenti pada angka 30 persen.
Target tersebut disiapkan menyusul penegasan Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang mewajibkan partai politik peserta Pemilu memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam daftar bakal calon pada setiap daerah pemilihan (dapil).
Ketua DPP Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Andina Thresia Narang, mengatakan Partai NasDem telah memenuhi bahkan melampaui angka 30 persen keterwakilan perempuan untuk calon legislatif DPR RI.
“Di NasDem kami sudah mencapai 30 persen di DPR RI, bahkan lebih dari 30 persen untuk caleg perempuan. Kita akan meningkatkan lagi nanti di 2029,” ujar Andina.
Menurut dia, keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Jawa Barat juga telah mencapai angka 30 persen.
Karena itu, angka 30 persen dinilai bukan sebagai target akhir bagi NasDem. Garnita Malahayati justru ingin menjadikannya sebagai titik awal untuk meningkatkan jumlah perempuan di parlemen hingga 50 persen.
“30 persen ini adalah titik awal untuk kami supaya nanti bisa mencapai 50 persen keterwakilan di DPR RI maupun juga di DPRD Provinsi,” katanya.
Ketua DPD Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, Tuti Yasin, mengatakan pihaknya juga tidak ingin keterwakilan perempuan sekadar memenuhi kuota pencalonan.
Setelah pelantikan pengurus DPW dan DPD Garnita Malahayati NasDem di Jawa Barat, pihaknya akan melakukan penjaringan dan pemilihan calon legislatif perempuan yang dinilai memiliki kapasitas untuk duduk di parlemen.
“Kita tidak mau hanya menghitung berapa perempuan yang sudah masuk ke parlemen, tapi berapa banyak perempuan yang bisa kita hantarkan ke sana,” kata Tuti.
Saat ini, kata Tuti, kepengurusan Garnita Malahayati NasDem telah terbentuk di 24 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Selain mendorong keterwakilan politik, Garnita juga menyiapkan sejumlah program pemberdayaan perempuan dan anak.
Program tersebut di antaranya edukasi mengenai perempuan, kesehatan, perlindungan anak, hingga pencegahan kekerasan seksual yang akan dilakukan di 24 kabupaten dan kota.
“Kami juga akan mengadakan edukasi di 24 kabupaten/kota tersebut dari bidang perempuan dan anak,” ujarnya.
Garnita juga akan mendorong perempuan memiliki keterampilan agar dapat lebih berdaya dan memberikan dampak di lingkungan masing-masing.
Tuti menyebut program tersebut dapat berupa pelatihan keterampilan atau soft skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perempuan di daerah.
Sementara itu, Andina mengatakan Garnita Malahayati NasDem juga memiliki program Akademi Perempuan NasDem.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan perempuan di internal partai. Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam politik, tetapi harus memiliki ruang untuk berperan dan mengambil keputusan.
Selain itu, Garnita Malahayati NasDem tengah menjalankan program “Restorasi Kakus” di sekolah-sekolah sebagai bagian dari perhatian terhadap sanitasi dan kesehatan generasi muda.
Andina mengatakan program tersebut telah menyasar hampir 500 kakus dan ditargetkan mencapai 1.500 kakus.
Setelah kepengurusan Garnita di Jawa Barat dilantik, program tersebut akan diperluas dengan melibatkan DPD di berbagai daerah untuk melakukan restorasi fasilitas sanitasi di sekolah masing-masing.



















