BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Gerakan 1 Desa 100 Tenaga Kerja

 


POJOKBANDUNG.com – BPJS Ketenagakerjaan Sumedang bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melaksanakan gerakan perlindungan 1 desa 100 tenaga kerja di Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang, Senin (20/05/2024)

Guna memberikan kepastian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal yang berada di desa-desa, BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang meresmikan gerakan perlindungan 1 desa 100 tenaga kerja di Kabupaten Sumedang. Program 1 desa 100 tenaga kerja sebenarnya sudah berjalan dan terus disosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan Sumedang bersama para pemerintah desa dan kecamatan.

Kepala BPJS Ketenagkerjaan Sumedang, Rita Mariana, hari Senin (20/05/2024) menyampaikan bahwa mengangkat sebuah harkat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak sebatas hanya memberikan policy atau kebijakan saja tetapi membutuhkan approach terobosan strategi yang mampu menciptakan langkah-langkah yang kreatif,edukatif dan tentu edutainment.

Program 1 Desa 100 tenaga kerja yang dicover memberikan impresi kepada kita dengan sebuah inisiatif yang benar-benar memberikan nilai tambah. Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Sumedang kepada 14 Kabupaten Kota di seluruh Kabupaten Sumedang. Desa Cipamekar adalah salah satu Desa yang mampu memberikan impresi karena Bupati beserta jajaran mampu mengekspresikan sehingga program tersebut masih terus digencarkan.

“Hari ini kita mendapatkan kesadaran bahwa para pekerja di desa yang terpencil sudah aktif menggunakan digital, sudah menggunakan ekosistem dan melindungi pekerjanya. bayangkan satu Desa dengan Rp20.160.000 Juta yang biasa disebut premi, dengan manfaat Jaminan Kematian sebesar Rp42 juta.

BPJS Ketenagkaerjaan menggunakan azas gotong-royong artinya klaimnya ada di Sumedang tetapi kepesertaan yang banyak mungkin ada di pulau Jawa inilah yang disebut diversity in unity atau yang disebut juga dengan sebuah ikatan seluruh peserta di Indonesia untuk melindungi peserta lain yang mengalami risiko.

Perwakilan pihak aparatur Desa Cipamekar dalam kesempatan ini dihadiri Ai Erna, mengaku bangga karena desanya menjadi satu-satunya desa yang warganya terlindungi BPJS Ketenagakerjaan untuk dua program (JKK, JKM) selama tiga bulan. Deden juga menyebutkan dirinya selalu melakukan sosialisasi door to door ke rumah warga agar mereka mengetahui manfaat menjadi peserta BPJS sehingga terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan terdaftarnya warga di Desa saya, diharapkan masyarakat mendapat perlindungan selaku tenaga kerja, meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan pensiun,” kata Erna.

Semangat ini tidak akan terjadi jika kita tidak mempunyai kesadaran batin, kesadaran spiritual, kesadaran intelektual menjadi bagian dari proses untuk kita mengeksekusi dari setiap langkah-langkah penting.

RITA menambahkan, bahwa gerakan 1 desa 100 tenaga kerja sebagai inisiasi kami kepada Pemerintah Daerah untuk mencegah terjadinya kemiskinan baru sesuai dengan inpres 04 tahun 2022.

Desa Citengah menjadi pelopor kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang warganya terdaftar 100 persen. Pada momentum ini, Rita berharap bisa terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. “Tujuan pemerintah adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu yang memberikan jaminan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa, Kecamatan setempat menyambut baik dan mendukung gerakan 1 desa 100 tenaga kerja agar dapat berjalan dengan baik. Semua desa mempunyai potensi 100 tenaga kerja karena pekerja baik dari sektor PU maupun pekerja BPU ada disemua desa dan kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagkerjaan Sumedang, Agy Achmad Fauziyang didampingi oleh Petugas Account Representative Khusus, Taufik Faturahman dan juga Kepala Desa serta Camat Desa Citengah.

Loading...

loading...

Feeds