Dorong Pemerintah Serius Sinkronasi Data Penyandang Disabilitas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Komisi Nasional Disabilitas (KND) mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam pendataan jumlah penyandang disabilitas yang ada di Indonesia.


Ketua KND, Dante Rigmalia mengatakan sejauh ini upaya pendataan jumlah penyandang disabilitas yang dilakukan oleh Adminduk masih belum optimal.

“Pendataan ini jadi salah satu alasan kenapa inklusifitas pada disabilitas di Indonesia masih tertinggal statusnya, karena masih ada pendataan yang tidak sinkron dari adminduk dan Bappenas,” kata Dante saat mengisi diskusi Inklusivitas Untuk Indonesia yang Lebih Baik yang digelar di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung.

Dia menyebutkan menurut Adminduk saat ini data penyandang disabilitas di Indonesia ada di angka 800 ribuan orang. Sementara menurut data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) yang dikeluarkan oleh Bappenas RI menunjukkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia ada di angka 4,3 juta.

“Kita dari KND juga melakukan advokasi untuk mendorong sinkronasi data ini, harapan kami ke depan data ini bisa jadi satu open data yang bisa terakses ke semua orang, dan kategorisasinya bisa lebih dijelaskan lagi terutama soal kondisi disabilitasnya bagaimana,” jelasnya.

Dirinya menerangkan saat ini kelompoknya menggunakan dua pendekatan dalam upaya mendorong inklusifitas tersebut. Pendekatan tersebut masing – masing adalah pendekatan dari pemerintah ke masyarakat (top to bottom) dan pendekatan dari bawah ke atas (bottom to top).

“Kami lakukan dua pendekatan yaitu satu top down dengan mengajak pemerintah daerah sampai swasta di satu wilayah agar bisa memberikan perhatian lebih bagi kawan2 disabilitas. Kedua bottom to top itu kita dorong untuk teman – teman disabilitas membuktikan diri bahwa mereka mampu dan berkapasitas untuk mendapat persamaan hak di lingkup kerja maupun sosialnya,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Art Centre Therapy (ACT) Widyatama, Ane Nurfarina menyebut, kegiatan kali ini merupakan upaya yang dilakukan oleh yayasannya untuk mewujudkan konsep inklusifitas bagi penyandang disabilitas yang ada.

“Harapannya dalam diskusi ini bisa muncul sebuah konsep baru terkait inklusifitas untuk penyandang disabilitas (autistik). Saya melihat sampai hari ini hal yang berhubungan dengan inklusifitas dan kesetaraan itu belum terjadi secara optimal,” sebut Ane.

Dia menjelaskan salah satu upaya yang digalakkan oleh yayasannya adalah pemberdayaan dan edukasi bagi kelompok penyandang disabilitas mental sedang dan berat.

“ACT fokusnya memang di pelatihan kemampuan dan pembelajaran bagi penyandang disabilitas agar siap bekerja,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun turut memasarkan karya – karya dari siswa disabilitas yang belajar di ACT. Diakuinya untuk pemasaran karya tersebut pihaknya menekankan agar penikmat karya bisa menghargai hasil karya siswanya itu bukan atas dasar kasihan semata.

“Nah dalam proses marketingnya itu kita tekankan bahwa produk ini tidak dijual atau dibeli atas dasar kasihan tapi memang kita tonjolkan kualitas dari barang/karya dari teman – teman disabilitas,” pungkasnya.

Kegiatan ini diadakan untuk menyambut Hari Peringatan Disabilitas Indonesia 2024, dalam kegiatan ini beragam kegiatan disajikan oleh ACT Widyatama yang bekerjasama dengan beberapa komunitas disabilitas seperti, Yayasan AutisMIndonesia, ATC Widyatama, Yayasan Biru Indonesia, CIDCO, Bumi Disabilitas,  UPTD LDPI Padang, PORTADIN, dan lainnya.

Tak hanya talk show, pada kegiatan ini pun terdapat pameran karya dari siswa dari ACT dan Creative Business of Difable Community (CIDCO). Selain itu ada pula penampilan monolog dan deklarasi inklusivitas yang dibacakan oleh siswa – siswa dari ATC Widyatama. (rup)

 

Loading...

loading...

Feeds

Berikut Struktur Pemerintahan Hamas

POJOKBANDUNG.COM, JALUR GAZA – Serangan mematikan Israel turut membunuh tiga putra dan empat cucu Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh. …