Sampah Kabupaten Bandung Kembali Dibuang ke Sarimukti

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung bisa sedikit bernafas lega soal timbunan sampah yang muncul sepekan terakhir di beberapa wilayah. Pasalnya, kuota pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang sempat habis, kini kembali ditambah dalam tempo empat hari sejak Rabu (7/2) hingga Sabtu (10/2).


Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Oki Susanto mengatakan, saat ini kuota pembuangan sampah di Kabupaten Bandung bertatus -11,5 ritase dari kuota utama yang telah ditetapkan.

“Kuotanya habis seminggu terakhir, ini baru keluar lagi surat edaran terkait bahwa ada kuota tambahan sebanyak 2.178 rit yang dikurangi -11,5 tadi sisa 2.166,5 rit. Itu akan dioptimalkan untuk mengangkut sampah yang menumpuk seminggu ke belakang,” kata Oki, Kamis (8/2).

Ia menyebut, penambahan kuota tersebit tidak hanya diberikan kepada Kabupaten Bandung saja melainkan kota dan kabupaten di Bandung Raya pun turut diberi tambahan kuota. Ia menilai terjadinya habisnya kuota pembuangan sampah tersebut dipengaruhi juga oleh kondisi TPA yang sudah kelebihan muatan.

“Di sananya sudah penuh, Pemprov ada rencana untuk buka zona lagi tapi masih belum selesai, jadi sementara betul – betul kita manfaatkan kuota tambahan ini, karena sampai sekarang yang dibuka di Sarimukti kan masih zona 1 saja,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Sugianto mengatakan perlunya Pemkab Bandung untuk mengoptimalkan anggaran untuk menangani persoalan sampah ini.

“Kita ini sudah terbentuk kebiasaan buang sampah bukan mengelola, jadi misalnya TPA Sarimukti benar ditutup, Pemerintah harus segera menemukan alternatif lain untuk persoalan buang sampah ini,” ujar Sugi.

Tak hanya pemerintah daerah, ia pun mengimbau kepada masyarakat agar mulai memilah sampahnya dan mengoptimalkan program pengelolaan sampah organik yang menjadi salah satu program Pemkab Bandung.

“Programnya sudah ada itu untuk seluruh masyarakat dan pemerintah juga supaya dioptimalkan dahulu, sembari mencari cara lain agar sampah ini betul – betul bisa selesai tanpa harus ke pembuangan akhir,” ujarnya.

Ia menilai salah satu langkah yang dapat diambil oleh Pemkab Bandung adalah membuka lebih banyak lokasi pengelolaan sampah terpadu yang dilengkapi dengan teknologi. “Satu – satunya cara itu membuat lokasi sendiri, tapi tidak boleh terpusat, harus disebar. Untuk lokasi – lokasi itu juga harus dilengkapi dengan teknologi yang mendukung percepatan pengelolaan sampah mandiri, jadi tidak sepenuhnya bergantung ke TPA,” pungkasnya. (rup)

Loading...

loading...

Feeds