POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemprov Jabar menjalin kesepakatan dengan Samaya Coorporation unuk melengkapi konten Museum Khasanah Islam Terpadu di Masjid Raya Provinsi, Al-Jabbar di kawasan Gedebage Kota Bandung.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) menjelaskan, rencananya di lantai dasar masjid terapung di atas danau retensi tersebut akan dibangun ekshibisi atau museum lima konten khasanah Islam. Di antaranya museum Asmaul Husna, yang hak cipta eksibhisinya dipegang oleh Samaya Coorporation.
“Samaya Coorporation yang berbasis di Madinah secara sukarela mengizinkan dua konten ekshibisinya, yaitu Asmaul Husna dan konten sejarah Nabi untuk direplikasi di masjid Al Jabbar,” ungkap Aher, di Gedung Pakuan, usai pertemuan dengan pengelola Samaya Coorporation, Sabtu (4/1/2017) malam.
Selain Asmaul Husna dan Sejarah Nabi tersebut, tiga konten eksibhisi lainnya yang akan dihadirkan yaitu eksibhisi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Alquran dan Hadist, dan eksibhisi Sejarah Perkembangan Islam di Jawa Barat.
Kecuali konten sejarah perkembangan Islam di Jawa Barat, ketiga ekshibisi itu hak ciptanya dipegang oleh Samaya Coorporation dan sebuah lembaga di Mekkah Arab Saudi.
“Betapa mereka gembiranya ketika konten museum itu dibawa ke Indonesia. Dan satu yang harus dicatat, kerjasama ini betul-betul kerjasama antar saudara dan tanpa biaya,” tegas Aher.
“Biaya kita hanya pembangunan museum tanpa ada biaya konten, karena mereka merupakan lembaga sukarela,” sambung dia.
Namun, lanjut Aher, konten museum yang dibuat akan diselaraskan dengan warna budaya Indonesia. Museum beserta masjid itu sendiri akan dibuat dengan konsep wisata agar lebih efektif sebagai fungsi dakwah dan pendidikan.
“Jangan sampai rasanya rasa Arab, harus ada rasa budaya Jawa Baratnya,” ucap Aher.
Dikatakan, masjid raya Al Jabbar akan dibangun di atas danau retensi, yang secara keseluruhan luas lahannya mencapai 21 hektar. 7 hektar di antaranya digunakan untuk masjid dan museum tersebut. (mun)