Mudik Lebaran 2025 Lebih Nyaman, Pemudik Beralih ke Transportasi Umum

POJOKBANDUNG.COM, KABUPATEN BANDUNG– Pemudik yang melintas di Jalur Nagreg Kabupaten Bandung tahun ini merasakan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mudik Lebaran 2025 Lebih Nyaman, Pemudik Beralih ke Transportasi Umum


Ilustrasi bus bagi para pemudik. Foto:Diwan Sapta Nurmawan/Pojok Bandung. Sementara foto atas, para pemudik menggunakan mobil bus gratis dari pemerintah Kabupaten Bandung. FOTO: AGUNG EKO SUTRISNO/ POJOK BANDUNG

Kepadatan lalu lintas tetap tinggi, tetapi jumlah pemudik sepeda motor yang melintasi Nagreg Kabupaten Bandung justru mengalami penurunan.

Baca Juga :Bupati Subang Reynaldi Serahkan Bantuan kepada Warga Terdampak Puting Beliung di Dua Kecamatan

Eric Alam Prabowo, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, hingga pukul 01:00 WIB pada 29 Maret 2025, tercatat 113.889 kendaraan melewati Jalur Nagreg menuju Garut dan sekitarnya.

“Namun, pemudik yang menggunakan sepeda motor turun dari 33.675 unit tahun lalu menjadi 26.209 unit tahun ini,” ujar dia.

Penurunan jumlah pemudik motor dikaitkan dengan keberhasilan program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, BUMN, dan berbagai instansi lainnya.

Baca Juga :Gagalkan Perang Sarung, Polsek Pagaden Subang Amankan 11 Remaja Berbahaya

Eric Alam Prabowo, Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, menuturkan bahwa peminat program ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Sekarang banyak pemudik yang berebut tiket bus dan kereta karena lebih nyaman. Bahkan, fenomena ‘war tiket’ untuk mudik gratis terjadi, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi untuk mudik dengan cara lebih aman,” katanya.Sabtu (29/3/2025).

Meski volume kendaraan meningkat, Dishub Kabupaten Bandung memastikan telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengatasi kepadatan.

Baca Juga :Viral, Warga Keluhkan Jalan Licin Akibat Matrial Tanah Merah di Wilayah di Wilayah Desa Padaasih Cibogo Subang

Dalam tiga hari ke depan, yakni H-3, H-2, dan H-1 Lebaran, pergerakan kendaraan diprediksi melonjak terutama pada sore hingga malam hari.

“Jika kepadatan semakin tinggi, Dishub bersama kepolisian siap melakukan rekayasa lalu lintas, seperti sistem buka-tutup jalur atau pengalihan arus menuju Garut dan Tasikmalaya,” ungkap dia.

Para pemudik pun diimbau untuk terus memperbarui informasi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap lancar dan selamat sampai tujuan. (kus)

loading...

Feeds