POJOKBANDUNG.id, BANDUNG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna bersama jajaran Kepala Dinas/Kepala Badan maupun Organisasi Perangkat Daerah melaksanakan Jumat Keliling (Jumling) ke-92 di Masjid As-Syahidan, Soreang Residence, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (15/3/2024).
Dadang Supriatna mengungkapkan, pelaksanaan Jumling tersebut untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Selain itu, Dadang juga menegaskan ada 13 program prioritas Pemkab Bandung sebagai strategi pelayanan kepada masyarakat diantaranya program guru ngaji dengan anggaran Rp109 miliar untuk kuota 17.000 orang.
“Sudah ada 463 orang yang meninggal, bukan hanya guru ngaji, juga ada honorer Pemkab, keagamaan Baznas, Linmas, pemerintah desa, PKK, RT/RW, BPD dan LPM yang masuk kedalam program prioritas Pemkab Bandung,” ucap Bupati Dadang.
Menurut Dadang, Pemkab Bandung sudah menganggarkan Rp25 miliar untuk program kartu tani pada 2023.
Dimana di Kabupaten Bandung masih terdapat seluas 16.915,90 hektare lahan pertanian padi dan 1.219 kelompok tani.
“Pemkab Bandung memberikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan untuk 87.781 petani di Kabupaten Bandung,” katanya.
Lebih lanjut Dadang Supriatna menjelaskan selama pelaksanaan Pemilu 2024, tercatat 20 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meninggal dunia. Sementara petugas KPPS sebanyak 113.447 orang.
“Semua petugas KPPS yang meninggal sudah dicover dan ahli warisnya sudah mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp42 juta per orang,” tutur Dadang.
Dadang juga turut mensosialisasikan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan anggaran Rp70 miliar dari anggaran tahun 2022-2024.
“Sudah terserap per hari ini sekitar 30.000 nasabah. Program ini untuk mencegah bank emok yang merajalela di Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Pemkab Bandung turut menggulirkan program Besti (Beasiswa Ti Bupati Bandung) sejak 2022 sampai 2024 ini. Pada tahun 2022 untuk kuota 80 orang, tahun 2023 sebanyak 125 orang dan tahun 2024 sebanyak 250 orang atau naik 100 persen dari tahun sebelumnya.
“Program Besti ini untuk anak-anak kita yang berprestasi yang berasal dari keluarga yang perlu mendapatkan bantuan. Syaratnya hafal Alquran minimal satu juz,” tandas Dadang.
Disamping itu, imbuh Dadang, Pemkab Bandung menggulirkan program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk 50.000 orang.
“PKBM ini untuk 50.000 orang warga yang belum memiliki ijasah SD, SMP dan SMA. Segera daftarkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, dengan harapan PKBM setempat bisa melayani,” katanya.