Bupati Ajak Masyarakat Hidup dengan Falsafah Pancasila




Diskominfo Kabupaten Bandung
Upacara : Jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2023 di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Minggu (1/10)

Diskominfo Kabupaten Bandung Upacara : Jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2023 di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Minggu (1/10)

 


POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengajak seluruh ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Bandung dan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2023 di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Minggu (1/10).

“Pada tanggal 30 September ada kejadian yang disebut Gerakan G 30/S/PKI, dan tanggal 1 Oktober ini kita peringati jadi Hari Kesaktian Pancasila. Kalau upacara bukan tanggal 1 Oktober, artinya bukan Hari Kesaktian Pancasila. Makanya, walau hari libur kita melaksanakan upacara peringatan Hari  Kesaktian Pancasila,” kata Dadang.

Menurutnya, seluruh masyarakat baik di Kabupaten Bandung maupun masyarakat lain haruslah bisa mengamalkan falsafah yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Kenapa begitu, karena pada dasarnya kehidupan kita ini sudah ada tertuang dalam butir-butir Pancasila. Tinggal kita bagaimana mengamalkannya,” ujarnya.

“Itu juga yang coba saya amalkan dan tuangkan lewat buku yang saya tulis terkait falsafah Pancasila tersebut, yang mana buku itu memang diperuntukkan untuk umum,” imbuhnya.

Dirinya menerangkan buku karyanya tersebut merupakan hasil penelaahannya yang berdasar pengalamannya menelaah butir-butir Pancasila. “Jika kita bisa mengamalkan butir-butir Pancasila tersebut insya Allah negara kita akan tetap utuh sebagai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya.

Dirinya menjelaskan sebagai upaya menguatkan pendidikan Pancasila di wilayahnya, ia telah mewajibkan mata pelajaran pendidikan Pancasila sebagai muatan lokal yang wajib diberikan kepada seluruh siswa. Muatan lokal Pendidikan Pancasila tersebut melengkapi dua mulok lainnya yakni pendidikan agama dan bahasa Sunda.

“Kami wajibkan tiga pendidikan muatan lokal di sekolah, pertama pendidikan Pancasila, kedua pendidikan bahasa dan budaya Sunda, dan ketiga pendidikan membaca dan menghafal Al-qur’an,” katanya.

Dirinya berharap dengan diajarkannya pendidikan Pancasila sejak dini tersebut dapat membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. “Saya berharap anak-anak kita ini kedepannya bisa menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah. Ini harapan saya, untuk itu saya wajibkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk mempelajari dan membuat program-program untuk itu,” pungkasnya. (rup)

 

Loading...

loading...

Feeds