POJOKBANDUNG.com, BRAND fesyen asal Bandung, Screamous kembali berkolaborasi dengan seniman untuk produk clothingnya. Seniman asal negara Jepang, Usugrow dipilih untuk menyumbangkan hasil gambarnya yang diimplementasikan pada t-shirt, sweater, long sleeves, dan jaket. Dibuat terbatas, produk kolaborasi ini bisa didapat di official store Screamous Bandung.
Ini bukan kali pertama Screamous menggandeng seniman untuk proyek kolaborasi. Tahun 2019, mereka bekerjasama dengan seniman lokal, Arkiv Virmansa untuk merayakan 15 tahun Screamous. Sedangkan, kolaborasinya dengan Usugrow juga menjadi kali kedua setelah di tahun 2018 mereka pernah melakukan hal yang sama.
Usugrow merupakan seniman bereputasi dan berkelas dunia yang setia karyanya selalu diburu banyak orang. Ia mulai menekuni bidang menggambar sejak tahun 1993 dan terkenal dengan ciri khas detailnya yakni goresan tinta hitam di atas kertas polos dengan desain tengkorak. Baginya, tengkorak adalah simbol alam semesta. Lewat gambaran tengkorak ini nama Usugrow tidak cuma terkenal di Jepang saja, tapi juga di Eropa dan Amerika.
Menjadi pengalaman pertama bekerjasama dengan brand lokal, Usu mengaku bangga. Buatnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya budaya dan tradisi, khusunya ukiran dan wayang golek.
“Pengalaman pertama kerja sama dengan brand asal Indonesia. Sejak lama sudah tau Indonesia kaya dengan budaya, tarian, musik, dan sebagainya,” katanya pada peluncuruan ‘Screamous X Usugrow Collaboration 2020’ di Moxy Hotel Bandung, belum lama ini.
Di sini, Usu memberikan tiga gambar pada Screamous dan dibuat terbatas, hanya 200-300 pcs per gambar. Usu membuat gambar-gambar yang memiliki arti refleksi dan cerminan di masa lalu. Satu dari tiga gambar yakni kaligrafi. Usu mengaku dia sangat menyukai karakter huruf, sehingga banyak berinovasi untuk bentuk huruf yang dibuat.
Usu bercerita ketika melakukan proses kreatif, dia membayangkan untuk memiliki bentuk huruf sendiri yang lebih artistik. Sehingga karya kaligrafi yang dibuat betul-betul merepresentasikan jati dirinya.
“Saya merasa ingin memiliki huruf dan gambar sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. Meski saya tidak paham dengan tulisan-tulisan di luar Jepang tapi saya sangat suka melihatnya,” jelasnya.
Seni kaligrafi yang dibuat Usu tidak merujuk pada sebuah identitas, justru gambar-gambarnya banyak terinspirasi dari bahasa Sansekerta, graffiti di negara Los Angels, dan geng motor di Jepang. Ia pun puas dengan hasil kolaborasi ini karena sesuai dengan harapan dan ekspektasi.
Beberapa proyek kolaborasi yang pernah dilakukan diantaranya dengan brand Secretbase (2007), Vans (2009), Upper Playground (2009), Casio Taiwan (2015), Undefeated dan Volcom (2017), dan The Hundreds (2018). Menariknya, dalam proses berkarya, ia tetap menggunakan cara tradisional.