Polisi Masih Periksa Sopir Bus Wisata Bandros

Bus Bandros

Bus Bandros

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol menyatakan, sejauh ini tidak ada kelalaian yang dilakukan sopir Dede Sarifudin (38) saat mengendarai Bus Bandung Tour on Bus (Bandros).


Namun polisi masih melakukan penyelidikan atas insiden Bus Bandros hingga menyebabkan tubuh Andy Setiawan Haryanto (20) terhempas.

“Sopir ini enggak ada kelalaian,” kata Kapolrestabes, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (29/10/15).

Andy mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung itu diduga lengah saat menumpang Bus Bandros sehingga leher belakang menyangkut di kabel listrik yang membentang di Jalan Wastukencana, Bandung, pada Rabu (28/10) pukul 13.00 WIB. Tubuh Andy terhempas dari bus tingkat dua tersebut.

“Tapi kalau kita lihat sekarang bukan pada sopir. Dia (Andy) berdiri, padahal enggak ada yang boleh berdiri. Boleh berdiri asalkan kendaraan berhenti,” ungkapnya.

Sejak bus wisata diberi izin operasi, lanjut dia, Bandros memang diperuntunkan bagi warga yang ingin berkeliling Bandung.

Hanya saja saat berkendara penumpang yang di lantai dua harus duduk.

“Justru yang berdiri di bawah, di atas duduk. Nah, kalau kendaraan berhenti oleh sopir dijelaskan ini tempat ini, sejarah dan lain-lain, baru penumpang berdiri. Kalau (bus) jalan ya duduk lagi,” tandasnya.

Saat mengangkut rombongan mahasiswa Unpar yang berjumlah 20 orang, lanjut dia, laju kendaraan tidak lebih dari 20 kilometer per jam.

“Mana bisa Bus Bandros kencang. Kan diciptakan hanya 20km/jam. Karena rata-rata per berapa meter ada kabel,” ungkapnya. (cesar)

Feeds

Raperda P2APBD 2023 Sah Menjadi Perda

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) 2023 telah disahkan menjadi peraturan daerah. Penandatanganan Ranperda P2APBD 2023 …