Balapan Gokar Listrik Pertama, Langkah Awal Konversi Kendaraan Listrik Nasional

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Balap Gokar Elektrik pertama di Asia dimulai. Ajang yang diadakan di Kantor Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan ini tidak hanya menjadi panggung untuk aksi seru para pebalap, tetapi juga menghadirkan elemen-elemen yang mencerminkan inovasi dan kerjasama lintas sektor.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga terlibat aktif dalam balapan gokar listrik. Mengendarai gokar listrik, ia bersaing dengan pebalap profesional seperti Alexandra Asmasoebrata dan Fitra Eri, berhasil menyelesaikan balapan dalam posisi kedua.

“Masih kurang kalau tiga lap. Soalnya pas di lap tiga ini baru merasakan asyiknya. Asyik betul, seru. Saya kira ini fun, tapi ada challenge-nya, ada tantangannya, lain dengan saat menjadi sopir mobil,” kata Basuki, Sabtu (16/12).

Ia pun berencana untuk mengangkat acara ini ke tingkat nasional pada tahun 2024 mendatang. “Setelah ini saya akan laporkan ke Pak Presiden untuk lomba ini dibuat gelaran skala nasionalnya pada 17 Agustus 2024 nanti, sebagai peringatan kemerdekaan,” ungkapnya.

Kerjasama antara Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Barat menjadi landasan utama kesuksesan acara ini. Sirkuit andal di Kantor Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan menjadi bukti nyata penerapan teknologi PUPR dalam menciptakan infrastruktur yang mendukung balapan gokar listrik.

Sementara itu, Wakil Mobilitas IMI, Rifat Sungkar mengharapkan agar kedepannya perlombaan seperti ini bisa digelar kembali dengan skala yang lebih besar.

“Saya harap balapan yang berasal dari Bandung ini bisa segera ke nasional,” kata Rifat.

Menurutnya, sirkuit ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlombaan, tetapi juga menjadi uji coba untuk teknologi perkerasan jalan inovatif, termasuk aspal porous, aspal plastik, aspal karet, beton porous, perkerasan Fly Ash Bottom Ash (FABA), dan timbunan ringan.

“Tentunya ini menjadi sebuah langkah progresif dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan penggunaan kendaraan listrik dan teknologi infrastruktur yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Perlombaan kali ini dibagi menjadi tiga kelas yakni, kelas Junior, Senior dan kelas expert. Pembagian kelas ini memungkinkan partisipasi dari berbagai kelompok usia, bahkan mahasiswa.

Electric Karting Race 2023 bukan hanya sekadar sebuah acara balap, tetapi sebuah peristiwa yang menggabungkan semangat olahraga motor, inovasi teknologi, dan kesadaran akan lingkungan.

“Dengan adanya event ini, kami berharap dapat menjadi pusat balap gokar listrik yang memacu perkembangan industri kendaraan ramah lingkungan di Tanah Air,” jelas Rifat.

Salah seorang pebalap, Alexandra Asmasoebrata, menyatakan kepuasannya dengan tarikan gokar listrik yang luar biasa, membuka harapan agar balapan ini dapat menjadi kejuaraan nasional di masa depan.

“Semoga yang berpartisipasi jadi makin banyak, jadi kejuaraan nasional segera,” pungkas Alexandra. (rup)

 

loading...

Feeds